Pesantren Assalam Sungai Lilin Sumsel

Oleh: Pahrudin HM, M.A.

Sejak dahulu, Sumatera memang dikenal sebagai kawasan yang kaya dengan beragam sumberdaya alam (natural resources) sehingga kemudian mengemuka sebutan sebagai swarna dwipa yang berarti pulau emas terhadap wilayah ini. Beraneka ragam jenis sumberdaya ada di pulau ini, mulai hasil tambang, perkebunan dan lain sebagainya. Perkebunan nampaknya memang memiliki bagian tersendiri dari pulau ini karena jika dilihat dari atas sebagian besar kawasan ini diselimuti warna hijau dari dedaunan kelapa sawit, karet dan beraneka ragam jenis tanaman lainnya. Meskipun demikian, karet dan kelapa sawit menjadi komoditas dominan yang memang diusahakan di pulau yang juga disebut Andalas ini, baik oleh pemerintah melalui PTP-PTP maupun oleh masyarakat sendiri.

Salah satu wilayah di Pulau Sumatera yang memiliki areal perkebunan, karet dan kelapa sawit, yang sangat besar adalah Sumatera Selatan dimana provinsi ini berbatasan langsung dengan Lampung, Jambi, Bengkulu dan wilayah pemekarannya, Bangka Belitung. Namun demikian, Sumatera Selatan sebenarnya tidak hanya memiliki areal perkebunan yang luas tetapi juga mempunyai lembaga-lembaga pendidikan yang cukup tumbuh subur di kawasan ini. Baik lembaga pendidikan umum maupun agama seperti pesantren-pesantren layaknya yang dapat dijumpai di Pulau Jawa.

Jika kita melakukan perjalanan darat, baik dari arah Jambi maupun dari arah Lampung, dengan menyusuri jalan lintas timur maka kita akan menjumpai sebuah lembaga pendidikan keagamaan (pesantren) yang memiliki peran signifikan dalam kehidupan masyarakat wilayah ini. Jika dari arah Jambi, pesantren ini akan dijumpai setelah melewati perbatasan kedua propinsi sekitar satu setengah jam menggunakan angkutan umum. Sedangkan dari arah Lampung, maka pesantren ini akan dijumpai setelah beberarapa saat melewati Kota Palembang sebagai ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Ya, inilah Pondok Pesantren Assalam yang terletak di Desa Sri Gunung Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin yang didirikan pada tahun 1987. Secara geografis, PP Assalam terletak dekat perbatasan dengan Provinsi Jambi dan berada di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit dan sebagian kecil perkebunan karet rakyat. PP.Assalam awalnya didirikan oleh seorang ustadz yang pernah mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Lampung bernama KH Masrur Musir bersama istrinya (Zamzami HM) yang berasal dari sebuah daerah di Jambi yang saat itu masih tergolong pengantin baru dan dengan dibantu saudara iparnya KH. Isno Jamal yang kelak menjadi pengasuh. Pada awalnya pengelolaannya, kawasan pesantren yang masih berupa padang ilalang dengan gubuk-gubuk reot sebagai tempat pengajaran yang terletak di tepi Jalan Lintas Timur Sumatera ini menghadapi banyak tantangan. Salah satu yang cukup terasa adalah kecurigaan aparat setempat bahwa pesantren ini merupakan tempat pelarian ustadz-ustadz Talangsari Lampung sehingga memunculkan plesetan bahwa Assalam adalah Asal Lampung. Maklum saja, saat itu kejadian penyerangan aparat keamanan terhadap komunitas pengajian Talangsari Lampung yang diketuai oleh Warsidi masih segar-segarnya dalam ingatan. Namun, berkat usaha yang tak kenal lelah dari pimpinan pesantren ini, maka lambat laun stigma negatif yang beredar di masyarakat hilang dan berganti dengan kebersamaan dan persaudaraan.

Mulai tahun 1990 dapat dikatakan tahun kebangkitan bagi PP. Assalam karena tahun- tahun inilah pesantren mulai mendapat bantuan yang signifikan bagi pengembangan lembaga pendidikan ini. Dimulai dengan pembangunan asrama santri yang merupakan bantuan Menteri Kehutanan saat itu hingga pembangunan jalan aspal di areal pesantren yang merupakan bantuan Bupati Musi Banyuasin saat itu. Santri-santri yang berasal dari beragam daerah, baik sekitar maupun yang jauh sekalipun, mulai berdatangan. Tercatat saat itu ada yang dari Aceh, Riau, Jambi, Lampung dan Bangka, di samping wilayah-wilayah lain di Sumatera Selatan. Para pengajar pun juga mulai beragam yang berasal dari beragam pesantren di Sumatera dan Jawa, seperti PP.Darussalam Lampung,Darul Qalam Tangerang, Gontor dan Wali Songo di Ponorogo. Hal ini ditambah lagi dengan pindahnya seorang ustadz karismatik yang menjadi tokoh sentral dalam pengembangan Pesantren Darussalam Lampung, KH. Abdul Malik Musir, Lc. Dengan demikian, lengkaplah sudah Assalam dipenuhi oleh santri-santri yang berasal dari beragam daerah yang haus akan ilmu pengetahuan dan pengajar-pengar yang mumpuni di bidang yang berasal dari lembaga-lembaga pendidikan yang telah dikenal berkualitas.

PP.Assalam kini sangat jauh berbeda dengan masa-masa awal pendiriannya. Jika dahulu satu-satunya gedung kebanggaan yang dimiliki lembaga pendidikan Islam yang berada di tengah perkebunan kelapa sawit ini adalah masjid yang kerap menjadi tempat pelarian santri di kala hujan deras datang karena atap pondokan yang terbuat dari ayaman daun sejenis lontar bocor, maka kini seluruh bangunan yang ada telah permanen yang terbuat dari beton dan bertingkat. Jika dahulu jenjang pendidikan yang dilaksanakan hanya Madrasah Ibtidaiyah dan Madsarah Aliyah, maka sejak beberapa tahun belakangan ditambahkan dengan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah.

Ilmu pengetahuan yang diajarkan di PP Assalam merupakan gabungan antara ilmu agama dan ilmu umum layaknya yang ada di sekolah-sekolah umum lainnya. Mata pelajaran yang berjumlah ratusan diajarkan di waktu-waktu sekolah dari pukul 07.30-12.00. Dalam rentang waktu tersebut, setiap hari para santri diajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum dengan penataan pengajaran yang cukup sistematis. Setelah melaksanakan shalat Dzuhur, layaknya yang berlaku umum di pesantren-pesantren lainnya, para santri mulai berbaris rapi untuk mengantri mendapatkan jatah makan siang. Setelah istirahat sebentar, aktivitas belajar kembali dilanjutkan pada pukul 14.00-16.00 dengan mengikuti kursus-kursus yang biasanya berupa pelajaran tambahan yang disampaikan oleh kakak-kakak kelas V atau kelas II Madrasah Aliyah. Pada sore harinya, sehabis shalat ‘Ashar, para santri mulai diperbolehkan beraktivitas sesuai keinginan masing-masing, seperti berolahraga dan lain sebagainya. Kemudian, setelah melaksanakan shalat Maghrib para santri diharuskan mengikuti pembacaan al-Qur’an atau ngaji. Di pagi harinya, setelah shalat Subuh menjelang persiapan masuk sekolah, para santri mengikuti penyampaian kata-kata dalam bahasa Arab dan Inggris atau muhadtsah. Pada malam-malam tertentu, yaitu malam Kamis dan malam Minggu, para melaksanakan pelatihan berpidato atau muhadharah dalam bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Begitu juga pada hari Kamis siangnya dimana saat itu para pengajar mengadakan rapat rutin di kantor pesantren. Pada tingkat Madrasah Aliyah telah ada pilihan-pilihan bagi siswanya sesuai dengan minat dan kemampuannya, yaitu: keagamaan, IPA dan IPS. Alumni-alumni yang telah menyelesaikan pendidikannya tersebar di berbagai lembaga pendidikan, baik di Sumatera, Jawa bahkan luar negeri. Beberapa alumninya telah berhasil menggondol beragam gelar kesarjanaan menengah dan tertinggi (S2 dan S3), baik dalam maupun luar negeri.

Secara politik, institusi PP Assalam netral alias tidak memihak kepada salah satu partai politik mana pun. Akan tetapi, sebagian besar penghuni lembaga pendidikan keagamaan ini merupakan pendukung utama salah satu partai politik Islam progresif, Partai Keadilan Sejahtera. Orang-orang yang ada di PP Assalam bahkan merupakan penggerak utama parpol Islam ini di kawasan-kawasan yang berada Kabupaten Musi Banyuasin. Sedangkan dari aspek implementasi dan aktualisasi ajaran agama, PP Assalam mengambil sikap netral alias berdiri di atas semua golongan yang ada dalam Islam, khususnya di Indonesia. Inilah yang selalu ditekankan oleh segenap pimpinan yang ada di pesantren ini. Meskipun demikian, jika diperhatikan lebih jauh dan seksama maka aktualisasi ajaran agamanya lebih mendekati atau cenderung ‘mirip’  apa yang dipraktekkan dalam Muhammadiyah. Hal ini misalnya terlihat pada pelaksanaan salat Subuh yang tidak menggunakan Qunut dan tidak adanya penyelenggaraan maulid nabi dan isra’ mi’raj layaknya yang umum dilakukan masyarakat. Namun demikian, hal ini sepertinya hanya kecenderungan dalam beberapa hal saja karena pada kenyataannya tak ada satupun pimpinan dan segenap pengajarnya yang berafiliasi dengan Muhammadiyah.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang telah berdiri dalam rentang waktu yang cukup lama, Pesantren Assalam telah melahirkan beragam alumni. Alumni-alumninya tersebar di berbagai tempat di tanah air, utamanya di kawasan Sumatera Selatan.  Setamat dari pendidikan di Assalam, para alumni ini melanjutkan pendidikannya di berbagai perguruan tinggi di tanah air, seperti di Palembang, Jakarta, Jambi, Pekanbaru, Yogyakarta, Bandung hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman dan lain sebagainya. Adapun wadah alumni yang menjadi tempat berhimpunnya para lulusan Assalam adalah Forsilam atau Forum Silaturrahmi Alumni Assalam. Forum ini kini tersebar di berbagai tempat yang menjadi wadah para tamatan Assalam untuk kembali berkumpul dan berinteraksi. Meskipun demikian, ada juga alumni yang langsung mengabdikan dirinya di tengah-tengah masyarakat, seperti mengajar, bekerja dan bahkan menjadi anggota legislatif.

Demikianlah, dari tempat terpencil di tengah-tengah perkebunan di kawasan perbatasan Sumsel dan Jambi, Pesantren Assalam terus mengembangkan diri menuju menjadi lembaga pendidikan Islam yang maju. Sumbangsih yang diberikan Assalam tentu sangat diperlukan dalam segala bidang kehidupan yang dijalani oleh masyarakat. Semoga Assalam terus menapaki jalan dan meretas masa depan dalam mempersiapkan dan mengasah para generasi muda bangsa sebagai pelanjut tongkat tanggung jawab pengelolaan bangsa ini.

__________________
Penulis merupakan alumni PP Assalam Sungai Lilin Angkatan 1997.

Salam hangat untuk segenap alumni Assalam dimana saja berada. Teruslah meretas masa depan, semoga sukses selalu. Jangan lupakan almamater kita tercinta yang telah menempa kita bertahun-tahun dalam kawah candradimuka Assalam. Teruslah berikan sumbangsihmu. Dengan apapun itu, bahkan kritikan yang konstruktif sekalipun demi Assalam kita tercinta.

About these ads
Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • Muhamad Arifin  On 2 April 2012 at 4:24 pm

    ass…. kami ingin stady banding ke pondok antum kapan waktu yang tepat ? brapa no hp yang bisa kami hubungi ? atas nama siapa ? syukron.. Arifin [ponpes darussalam kepahiang Bengkulu}

    • Pahrudin HM  On 4 April 2012 at 6:48 am

      Silahkan kirim surat saja dulu ke: Pimpinan Pondok Pesantren Assalam, Jalan Raya Palembang-Jambi KM 121 Desa Sri Gunung Kec. Sungai Lilin Kab. Musi Banyuasin SUMSEL 30755

  • Muhamad Arifin  On 7 April 2012 at 1:55 pm

    Brapa Jumlah santri assalam ?

  • Faiz  On 10 September 2012 at 2:27 am

    assalamu alaikum wr wb…
    perkenalkan saya Faiz dari LIPIA Jakarta, saat ini sedang menghimpun sebanyak-banyaknya alumni Saudi Arabia, karena akan diadakan temu alumni Saudi; lintas kampus dan angkatan, yang insyaallah akan diadakan di Jakarta pertengahan atau akhir Muharram 1434 H. ana mendapat info dari sekertaris LIPIA tentang pesantren as-Salam, tetapi tidak punya kontak.
    oleh karenya, saya mengharap bantuan antum, adakah alamat email atau telephone yang bisa kami hubungi? dan sepengetahuan antum, adakah staf maupun guru yang merupakan alumni Saudi?
    atas bantuan antum saya sampaikan jazakallahu khairan..
    wassalam

    Faiz

    • Pahrudin HM  On 16 September 2012 at 3:13 am

      Setahu saya ada beberapa orang alumni Saudi dari PP.Assalam. Coba cek di grup alumni Assalam di FB: Forsilam,ok… thx

  • Pahrudin HM  On 6 Maret 2010 at 5:25 am

    Ok…Terima kasih Bu Enthelll…Gmn dong menurut Nia?…Kasih tanggapan dong….

  • Pahrudin HM  On 2 Juni 2010 at 4:52 am

    Ok, terima kasih atas komentar dan sarannya… Justru saya menunggu tulisan balik dari antum…

  • Pahrudin HM  On 23 Oktober 2010 at 2:14 am

    Setiap santri wajib menghafal beberapa surat dalam al-Qur’an. Untuk santri yang memiliki minat Tahfidz secara intensif, ada wadah yang dibuat khusus. Lebih baik langsung datang ke PP Assalam, Jalan Palembang-Jambi KM 121 Desa Srigunung, Kec. Sungai Lilin, MUBA sumsel… Di sini, santri dikategorikan menjadi 2, yang tinggal di asrama dan tidak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: