Menyusuri Jalur Jogja-Solo-Purwodadi-Pati

Oleh: Pahrudin HM, M.A.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 6 April 2009, penulis melakukan perjalanan darat menuju Pati, Jawa Tengah. Perjalanan ini dimaksudkan untuk mencari dan mengamati informasi (data) awal mengenai keadaan perekonomian keluarga para pekerja penyadap karet asal Pati yang bekerja di perkebunan karet rakyat di kawasan Tabir Ilir-Jambi. Karena atas pertimbangan efisiensi pada banyak hal (terutama finansial) maka penulis memutuskan untuk menggunakan sepeda motor. Akhirnya, tepat pada pukul 06.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda SupraX 125, penulis mulai melakukan perjalanan yang sesuangguhnya cukup melelahkan ini. Perjalanan dimulai dengan melintasi Jalan Adisucipto yang merupakan jalur utama menuju arah barat Pulau Jawa. Hanya dalam hitungan beberapa menit saja, penulis sudah sampai di daerah perbatasan antara Provinsi DI Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah yang ditandai oleh Candi Prambanan yang merupakan salah satu candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun dan masih dapat dijumpai hingga saat ini. Candi Prambanan sesungguhnya terletak di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sleman DI Yogyakarta dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Meskipun demikian, dalam berbagai publikasi dan promosi yang dilakukan pemerintah daerah dan pusat, Candi Prambanan lebih identik dengan Yogyakarta. Setelah beberapa menit melintasi kawasan kabupaten  yang seringkali diidentifikasikan dengan logam karena adanya salah satu sentra pengecoran logam di Ceper ini, maka perjalanan penulis sampai ke salah satu ikon utama kebudayaan dan tradisi Jawa, yaitu Solo. Daerah yang dikenal di dalamnya kerajaan Jawa ini merupakan kawasan yang dibentuk di zaman kolonial Belanda yang dikenal sekarang dengan eks Karesidenan Surakarta yang terdiri dari Klaten, Kodya Surakarta, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dll. Beberapa waktu belakangan ini, Pemerintah Kodya Surakarta tengah gencar menyuarakan perubahan nama daerah mereka agar dikembalikan menjadi Solo.

Jika dikalkulasi dalam hitungan menit, maka perjalanan dari Jogja menuju Solo ditempuh kurang dari 1 jam. Hal ini karena perjalanan darat yang ditempuh antara kedua kota ini merupakan jalan yang sangat bagus, bahkan mungkin hampir menyamai kualitas jalan tol. Sejak beberapa tahun yang lalu, jalan utama yang menghubungkan Jogja menuju Solo telah dibangun sedemikian bagus dan berkualitas oleh pemerintah. Ukuran jalannya pun dibuat sangat lebar dan memiliki 4 jalur dengan aspal yang sangat berkualitas sehingga para pengguna jalan yang melintasinya pun menjadi sangat nyaman dan aman.

Namun demikian, kenyamanan dan kesenangan yang dialami sepanjang melintasi jalan Jogja-Solo seakan sirna begitu saja ketika perjalanan menuju Purwodadi yang merupakan daerah yang harus dilewati jika ingin mencapai Pati. Purwodadi adalah ibukota Kabupaten Grobogan yang merupakan salah satu daerah tingkat dua yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Jika perjalanan Jogja-Solo melewati jalan yang mulus dan menyenangkan, tetapi perjalanan Solo-Purwodadi menurut penulis adalah perjalanan yang menyebalkan. Hal ini karena kondisi jalan yang mengalami kerusakan yang sangat parah. Sepanjang perjalanan yang ditempuh sekitar 1 jam tersebut, kondisi jalannya dipenuhi oleh lobang yang menganga dan siap ‘menerkam’ para pemakai jalan. Perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah bukannya tidak ada, akan tetapi seperti umumnya yang banyak terjadi di berbagai daerah lain di negeri ini perbaikan yang dilakukan adalah tambal sulam. Jika ada lobang yang ada di sepanjang jalan, maka ditutupi dengan aspal dan begitu terus selanjutnya dilakukan. Meskipun demikian, karena begitu banyaknya lobang yang ‘menggerogoti’ dan merusak jalan, maka tidak semuanya dilakukan tambal sulam. Akibatnya, di kala datang musim hujan lobang yang tadinya kecil menjadi kian besar akibat tergerus air dan kendaraan-kendaraan yang lewat.

Seperti halnya ruas jalan Solo-Purwodadi, perjalanan selanjutnya menuju Pati juga tidak jauh berbeda. Meskipun demikian, jika jalan Solo-Purwodadi mengalami kerusakan yang sangat banyak hingga hampir sebagian besarnya, maka kondisi jalan Purwodadi-Pati tidak sedemikian banyaknya. Jalan yang rusak sebagian besar masih berada di daerah Grobogan saja, sedangkan saat memasuki wilayah Kabupaten Pati kondisi jalannya sudah lebih baik, meskipun tidak sampai pada kualitas jalan Jogja-Solo.

Akhirnya, di saat jarum jam menunjuk angka 9 pagi, perjalanan cukup panjang yang ditempuh dari Jogja menemui titik tujuannya. Daerah yang cukup dikenal dengan produksi kacangnya ini pun kini berhasil dijejaki dengan selamat.

____________

Terima ksih untuk keluarga besar Pak Suwidi di Winong, Pati atas bantuan dan kerjasamanya yang sangat besar kepada penulis selama berada di Pati.

About these ads
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: