<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fahrudin HM Blog</title>
	<atom:link href="http://roedijambi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://roedijambi.wordpress.com</link>
	<description>Wadah Tulisan Seputar Dinamika Kehidupan Masyarakat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Aug 2011 06:05:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='roedijambi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/78b9869a96ea4c1da19aa382acf743df?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Fahrudin HM Blog</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://roedijambi.wordpress.com/osd.xml" title="Fahrudin HM Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://roedijambi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menyusuri Sungai Tabir-Jambi</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/08/16/photo-photo-menyusuri-sungai-tabir-jambi/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/08/16/photo-photo-menyusuri-sungai-tabir-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 05:53:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Merangin]]></category>
		<category><![CDATA[Rantau Limau Manis]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Tabir]]></category>
		<category><![CDATA[Tabir Ilir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Sebagaimana diketahui bahwa di masa lalu sebelum sarana dan prasarana transportasi darat berkembang, sungai menjadi sarana perhubungan utama yang digunakan oleh masyarakat. Jambi yang memiliki banyak sungai, baik besar maupun kecil, juga dimanfaatkan masyarakatnya untuk beragam keperluan. Sungai Batanghari adalah sungai terbesar di Jambi, sekaligus juga di Sumatra, yang memiliki banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=333&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0027.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-334" title="Transportasi Sungai Tabir" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0027.jpg?w=112&#038;h=150" alt="Transportasi yang biasa digunakan di Sungai Tabir" width="112" height="150" /></a>Sebagaimana diketahui bahwa di masa lalu sebelum sarana dan prasarana transportasi darat berkembang, sungai menjadi sarana perhubungan utama yang digunakan oleh masyarakat. Jambi yang memiliki banyak sungai, baik besar maupun kecil, juga dimanfaatkan masyarakatnya untuk beragam keperluan. Sungai Batanghari adalah sungai terbesar di Jambi, sekaligus juga di Sumatra, yang memiliki banyak anak-anak sungai seperti Tabir, Merangin, Tembesi dan Batang Bungo. Karena sungai sudah menjadi bagian integral dalam masyarakat Jambi, maka di sepanjang aliran sungai bermunculan banyak pemukiman hingga berkembang menjadi kawasan otonom yang dikemudian hari dikenal dengan munculnya Kerajaan Melayu Jambi.</p>
<p>Sungai Tabir yang berhulu di Danau Kerinci dan bermuara di Sungai Batanghari adalah sarana transportasi utama <a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0031.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-335" title="Perahu Sungai Tabir" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0031.jpg?w=112&#038;h=95" alt="Perahu Kecil (Biduk) Sungai Tabir" width="112" height="95" /></a>masyarakat sebelum sarana transportasi darat berkembang pesat di era pasca kemerdekaan. Sungai ini dahulu dapat dilalui oleh kapal-kapal dengan ukuran kecil dan menengah, baik dari hulu maupun hilirnya. Namun demikian, setelah sarana transportasi darat berkembang pesat seperti saat ini, Sungai Tabir hanya dapat digunakan masyarakat untuk mengangkut beragam sumberdaya alam (seperti karet) dan akibat terjadinya pendangkalan maka hanya dapat dilalui perahu kecil bermesin (tempek). Sarana transportasi lainnya yang digunakan adalah perahu kecil tanpa mesin (biduk) yang menggunakan dayung.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/koto-rayo.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-337" title="Hutan Larangan Koto Rayo Sungai Tabir" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/koto-rayo.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Dan di salah satu bagian sungai yang di tepi-tepinya banyak ditumbuhi beragam tumbuhan dan bagian terdalam sungai (<em>lubuk</em>) terdapat Koto Rayo. Berjarak sekitar 10 kilometer di sebelah timur Desa Rantau Limau Manis, atau jika menggunakan kapal dari arah hilir (Kota Jambi) lokasi ini terletak sebelum Desa Rantau Limau Manis, sedangkan jika dari arah hulu maka terletak setelahnya. Posisi Koto Rayo terletak di sebuah bukit bertingkat-tingkat yang menjorok ke sungai dan menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini dan dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Di bukit kecil yang kini banyak ditumbuhi beragam pohon-pohon liar dalam beragam ukuran ini banyak ditemukan batu-batu merah yang berserakan di seantero kawasan seluas sekitar satu setengah hektare itu. Batu-batu bata merah tersebut di samping ditemukan berserakan, juga dapat dijumpai dalam gundukan-gundukan tanah berbentuk piramid kecil yang tersusun dan sepertinya terbentuk secara alami di kawasan ini. Batu-batu bata merah ini sudah penulis bandingkan secara kasat mata dengan batu-batu bata merah yang ada di Candi Muara Jambi. Hasilnya menurut pengetahuan penulis dan beberapa kalangan di Desa Rantau Limau Manis sama atau sangat identik dengan yang ada di salah satu peninggalan masa lalu Jambi tersebut (sebagimana gambarnya terlampir). Benda-benda lainnya yang juga dapat ditemukan di kawasan ‘misterius’ ini adalah beragam pecahan porselin berupa mangkok dan piring yang berasal dari peradaban masa lalu. Di dalam kawasan ini juga terdapat kuburan yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar, terletak di bawah pohon besar di antara batu-batu bata merah yang berserakan dengan ukuran yang jauh lebih besar dan panjang dibandingkan kuburan pada umumnya.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0037.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-340" title="Kondisi Sekitar Koto Rayo" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0037.jpg?w=90&#038;h=122" alt="" width="90" height="122" /></a>Namun demikian, sangat disayangkan situs bersejarah ini seakan terlupakan dan tidak terawat, baik oleh pemerintah maupun masyarakat sekitar. Kondisinya dibiarkan seadanya dan bahkan beberapa saat lalu areal sekitarnya sudah ditebangi untuk ditanami kelapa sawit. Ketiadaan luas areal yang pasti bagi situs Koto Rayo menjadi kendala tersendiri sehingga dikhawatirkan suatu saat nanti beradaannya menjadi hanya tinggal cerita di tengah modernisasi dan kapitalisasi yang terus bertiup kencang di kawasan ini.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/pic_0025.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-338" title="Penambang Emas (Dompeng) di Sungai Tabir" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/pic_0025.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Fenomena lainnya yang dapat disaksikan di Sungai Tabir, khususnya di bagian hilirnya adalah menjamurnya aktivitas penambangan emas yang dilakukan oleh masyarakat di hampir sepanjang sungai. Tidak dapat dipungkiri memang bahwa kandungan logam mulia yang terdapat di sungai memang tinggi sehingga membuat masyarakat tergiur untuk melakukan penambangan, ditambah lagi dengan realitas bahwa harga emas di pasaran terus memuncak. Jika aktivitas meracuni sungai hanya dilakukan dalam jangka waktu tertentu, meskipun sebenarnya juga tidak bisa ditoleransi, namun aktivitas penambangan dilakukan secara terus menerus dengan melibatkan seluruh unsur yang terdapat di sungai, mulai dari air, pasir, batu dan lumpurnya.</p>
<p>Aktivitas  yang sepintas lalu tidak membahayakan kelestarian sumberdaya air karena tidak berdampak langsung kecuali perubahan warna airnya ini dilakukan dengan cara mengeruk bebatuan dan pasir yang terdapat di dalam sungai dengan suatu alat yang ditempatkan di tengah-tengah sungai. Selanjutnya bebatuan dan pasir tersebut dicampur dengan suatu zat kimia untuk memisahkannya hingga didapatkan di dalamnya emas yang kemudian dikumpulkan untuk dijual di pasaran. Limbah hasil proses pemisahan yang telah bercampur dengan zat kimia ini kemudian dibuang begitu saja untuk kemudian mengkontaminasi beragam makhluk hidup yang terdapat dalam sungai.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/pic_0022.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-339" title="Pendangkalan &amp; Pencemaran Sungai Tabir Akibat Penambangan Emas" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/pic_0022.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Dapat dibayangkan bagaimana terjadinya degradasi sungai akibat tercemarnya air akibat racun dan zat kimia, beragam makhluk hidup yang ada di dalamnya akan punah, ikan-ikan besar dan kecil akan mati, bahkan juga telur-telurnya. Hal ini berarti bahwa akan membutuhkan waktu lama untuk memulihkannya, itu pun dengan catatan bahwa aktivitas ini tidak terus berlangsung. Dan yang tak kalah mengkhawatirkan adalah terjadinya perubahan warna air, jika dahulu hal ini terjadi karena turunnya hujan lebat di hulu sungai dan hanya dalam waktu yang tidak lama, tetapi sekarang perubahan air menjadi kuning kecoklatan bercampur lumpur tak mengenal fenomena alam yang ada. Padahal hingga saat ini sungai masih menjadi tempat utama masyarakat dalam, beraktivitas seperti mandi, mencuci dan kakus, bahkan di beberapa tempat air sungai juga dijadikan untuk air minum. Bagaimana jadinya jika masyarakat mengkonsumsi air yang berwarna kuning kecoklatan bercampur Lumpur dan tentu saja terkontaminasi racun dan zat kimia berbahaya. Dampak lainnya adalah pendangkalan yang terjadi di mana-mana karena batuan dan pasir diangkat dari permukaan sungai dan banyak bertumpukan di beberapa bagian sungai.</p>
<p>Inilah sekilas &#8216;oleh-oleh&#8217; dari perjalanan menyusuri salah satu anak Sungai Batanghari Jambi yang melintasi Kabupaten Merangin dan Kabupaten Bungo ini pada medio Juni-Juli 2011 yang lalu.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=333&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/08/16/photo-photo-menyusuri-sungai-tabir-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0027.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Transportasi Sungai Tabir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0031.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Perahu Sungai Tabir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/koto-rayo.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Hutan Larangan Koto Rayo Sungai Tabir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/foto0037.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Kondisi Sekitar Koto Rayo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/pic_0025.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Penambang Emas (Dompeng) di Sungai Tabir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/08/pic_0022.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pendangkalan &#38; Pencemaran Sungai Tabir Akibat Penambangan Emas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koto Rayo, Pemukiman Kuno di Tepi Sungai Tabir-Jambi</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/06/02/koto-rayo-pemukiman-kuno-di-tepi-sungai-tabir-jambi/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/06/02/koto-rayo-pemukiman-kuno-di-tepi-sungai-tabir-jambi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 09:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Muaro Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Koto Rayo]]></category>
		<category><![CDATA[Melayu Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Sriwijaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Tabir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Sebagaimana diketahui bahwa di masa lalu sebelum sarana dan prasarana transportasi darat berkembang, sungai menjadi sarana perhubungan utama yang digunakan oleh masyarakat. Jambi yang memiliki banyak sungai, baik besar maupun kecil, juga dimanfaatkan masyarakatnya untuk beragam keperluan. Sungai Batanghari adalah sungai terbesar di Jambi, sekaligus juga di Sumatra, yang memiliki banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=321&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p>Sebagaimana diketahui bahwa di masa lalu sebelum sarana dan prasarana transportasi darat berkembang, sungai menjadi sarana perhubungan utama yang digunakan oleh masyarakat. Jambi yang memiliki banyak sungai, baik besar maupun kecil, juga dimanfaatkan masyarakatnya untuk beragam keperluan. Sungai Batanghari adalah sungai terbesar di Jambi, sekaligus juga di Sumatra, yang memiliki banyak anak-anak sungai seperti Tabir, Merangin, Tembesi dan Batang Bungo. Karena sungai sudah menjadi bagian integral dalam masyarakat Jambi, maka di sepanjang aliran sungai bermunculan banyak pemukiman hingga berkembang menjadi kawasan otonom yang dikemudian hari dikenal dengan munculnya Kerajaan Melayu Jambi.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/sungai-tabir.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-327" title="Sungai Tabir" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/sungai-tabir.jpg?w=150&#038;h=102" alt="Sungai Tabir yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat" width="150" height="102" /></a>Sungai Tabir yang berhulu di Danau Kerinci dan bermuara di Sungai Batanghari adalah sarana transportasi utama masyarakat sebelum sarana transportasi darat berkembang pesat di era pasca kemerdekaan. Sungai ini dahulu dapat dilalui oleh kapal-kapal dengan ukuran kecil dan menengah, baik dari hulu maupun hilirnya. Dan di salah satu bagian sungai yang di tepi-tepinya banyak ditumbuhi beragam tumbuhan dan bagian terdalam sungai (<em>lubuk</em>) terdapat Koto Rayo. Berjarak sekitar 10 kilometer di sebelah timur Desa Rantau Limau Manis, atau jika menggunakan kapal dari arah hilir (Kota Jambi) lokasi ini terletak sebelum Desa Rantau Limau Manis, sedangkan jika dari arah hulu maka terletak setelahnya. Posisi Koto Rayo terletak di sebuah bukit bertingkat-tingkat yang menjorok ke sungai dan menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini dan dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Di bukit kecil yang kini banyak ditumbuhi beragam pohon-pohon liar dalam beragam ukuran ini banyak ditemukan batu-batu merah yang berserakan di seantero kawasan seluas sekitar satu setengah hektare itu. Batu-batu bata merah tersebut di samping ditemukan berserakan, juga dapat dijumpai dalam gundukan-gundukan tanah berbentuk piramid kecil yang tersusun dan sepertinya terbentuk secara alami di kawasan ini. Batu-batu bata merah ini sudah penulis bandingkan secara kasat mata dengan batu-batu bata merah yang ada di Candi Muara Jambi. Hasilnya menurut pengetahuan penulis dan beberapa kalangan di Desa Rantau Limau Manis sama atau sangat identik dengan yang ada di salah satu peninggalan masa lalu Jambi tersebut (sebagimana gambarnya terlampir). Benda-benda lainnya yang juga dapat ditemukan di kawasan ‘misterius’ ini adalah beragam pecahan porselin berupa mangkok dan piring yang berasal dari peradaban masa lalu. Di dalam kawasan ini juga terdapat kuburan yang dianggap keramat oleh masyarakat sekitar, terletak di bawah pohon besar di antara batu-batu bata merah yang berserakan dengan ukuran yang jauh lebih besar dan panjang dibandingkan kuburan pada umumnya.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/batu-candi-koto-rayo.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-326" title="Batu 'Candi' Koto Rayo" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/batu-candi-koto-rayo.jpg?w=106&#038;h=150" alt="Contoh batu bata merah yang ditemukan di Situs Koro Rayo" width="106" height="150" /></a>Menurut cerita yang diberitakan secara turun temurun dan berkembang di tengah masyarakat, Koto Rayo di masa lalu adalah pemukiman masyarakat atau dapat dikatakan sebuah daerah kerajaan kecil yang menguasai wilayah tersebut. Batu-batu bata merah yang banyak banyak ditemukan di lokasi tersebut adalah bangunan candi yang telah hancur, apakah sengaja dirusak atau oleh sebab alami. Saat ‘kerajaan kecil’ ada, suasana di Jambi dalam keadaan kacau balau karena peperangan yang terjadi antara beragam kekuatan yang hendak menguasai daerah ini. Atas kesepakatan saat itu, Koto Rayo mengirimkan 20 orang terbaik mereka untuk memantau keadaan di muara Sungai Tabir (Sungai Batanghari) dan berjaga-jaga atas kemungkinan adanya musuh yang hendak menyerang mereka. Di muara sungai, kedua puluh orang Koto Rayo tersebut terlibat peperangan dengan musuh sehingga menyebabkan salah seorang di antara mereka terbunuh. Agar tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih banyak lagi, maka orang-orang Koto Rayo tersisa memutuskan untuk melarikan diri dan pulang ke tempatnya. Sementara di sisi lain, masyarakat Koto Rayo menganggap kedua puluh orang pilihannya tersebut sudah terbunuh oleh musuh karena tidak ada kabar berita, maka mereka pun memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut dengan cara yang misterius serta tidak diketahui bagaimana cara dan kemanakah mereka mengungsi. Ada pendapat yang mengatakan bahwa mereka memang hilang begitu saja secara misterius, tetapi ada pula yang berkata bahwa mereka mengungsi ke wilayah lainnya jauh ke dalam, atau ke tempat yang bernama Muaro Teleh.<a title="" href="#_ftn1">[1]</a> Sementara itu di sisi lainnya, setelah melarikan diri dari peperangan di muara sungai, maka kesembilan belas orang yang tersisa tersebut memutuskan kembali ke Koto Rayo dan mendapati daerah tersebut sudah tidak berpenghuni lagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan lebih ke pedalaman menuju hulu sungai dan menetap di tempat yang kini dikenal dengan Rantau Panjang yang menjadi ibukota Kecamatan Tabir. Penentuan tempat tinggal mereka tidak dilakukan sembarangan tetapi berdasarkan kesamaan lokasi dengan tempat mereka sebelumnya. Penamaan ‘Rantau Panjang’ dengan daerah hunian baru mereka dilakukan untuk mengelabui musuh yang hendak mencari mereka karena nama ini sebelumnya dipakai untuk menyebut kawasan yang ada di Koto Rayo. Seiring dengan perjalanan waktu, maka lambat laun pemukiman masyarakat semakin menyebar ke hilir di sepanjang tepi Sungai Tabir hingga ke tepi Koto Rayo daerah asal mereka dahulu.<a title="" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Di masa-masa kolonial Belanda dan Jepang serta hingga beberapa tahun belakangan ini, terdapat banyak cerita yang menyelimuti kemisteriusan Koto Rayo. Di antaranya, adanya beberapa gadis yang sebenarnya bersama-sama dengan manusia lainnya mendayung sampan (<em>biduk</em> dalam bahasa setempat) dari hilir menuju hulu sungai, tetapi ketika sampai di Koto Rayo langsung menghilang secara misterius. Kawasan ini di masa lalu juga dijadikan beberapa oknum masyarakat untuk mencari pesugihan atau meminta kekayaan secara gaib dan beragam permintaan lainnya. Hal ini terutama dilakukan terhadap kuburan yang dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Di samping itu, beberapa orang diberitakan hilang atau tersesat di kawasan ini dan tidak pernah dapat ditemukan karena bermaksud jahat serta lain sebagainya.</p>
<p><strong>Kontekstualisasi ‘Koto Rayo’, Upaya Mempertemukan Cerita Rakyat dengan Catatan Sejarah</strong></p>
<p>Beragam cerita rakyat tersebut tidak jarang mengandung sejarah yang bertautan dengan kejadian sesungguhnya yang pernah ada di masa itu. Akan tetapi karena fungsi utamanya sebagai pengetahuan lokal yang dibangun atas model pemikiran yang berkembang di masa itu,<a title="" href="#_ftn3">[3]</a> maka ‘sejarah’ yang mengemuka adalah cerita yang disertai aroma mistis, gaib dan penambahan di sana sini seperti yang ada pada Koto Rayo ini.</p>
<p>Kenapa penulis sampai pada kesimpulan demikian? Hal ini tidak lain karena berdasarkan penulusuran terhadap beberapa sumber yang mengetengahkan sejarah mengenai Jambi di masa lalu ternyata memiliki keterkaitan dengan cerita masyarakat mengenai Koto Rayo, ditambah lagi dengan adanya sisa-sisa bangunan yang mungkin adalah candi berupa batu bata merah. Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa di Koto Rayo berdiri sebuah pemukiman atau kerajaan kecil yang menguasai daerah sekitarnya di saat wilayah Jambi pada umumnya saat itu tengah dalam keadaan kacau. Cerita rakyat yang mengiringi perjalanan Koto Rayo memang tidak menyebutkan tahunnya, akan tetapi berdasarkan keterangan kondisi saat itu yang tengah kacau dan pengiriman 19 orang terpilih untuk memantau kondisi di muara sungai, maka dapat dikatakan bahwa saat itu adalah masa Kerajaan Melayu Kuno (abad ke-3 sampai abad ke-5 Masehi), atau Kerajaan Melayu Jambi (644/645 Masehi) atau Kerajaan Sriwijaya (670 Masehi).<a title="" href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Berdasarkan catatan sejarah yang mengiringi beragam kekuatan yang pernah ada di wilayah Jambi, hampir seluruh kekuatan yang ada dalam setiap masanya selalu menempatkan wilayah sebagai prioritas untuk dijadikan daerah kekuasaannya. Hal ini dapat dimengerti karena posisi wilayah Jambi yang strategis, terutama dari aspek aksesibilitas pelayaran untuk transportasi dan perdagangan yang menjadikan sungai sebagai sarana utamanya. Meskipun sama-sama memiliki sumberdaya (<em>resource</em>) sungai, baik yang besar maupun yang kecil, namun posisi Jambi lebih strategis dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di Sumatra. Kenyataan ini dimungkinkan karena posisi Jambi yang langsung berhadapan dengan laut lepas dan dekat dengan jalur utama perdagangan saat itu, bahkan hingga saat ini, Selat Malaka.<a title="" href="#_ftn5">[5]</a> Oleh karena itu, beragam kekuatan yang membentuk kerajaan muncul di wilayah Jambi, dimana catatan sejarah memulainya dengan adanya Koying, Tupo dan Kantoli dalam periode Melayu Kuno di abad ke-3 sampai abad ke-5 Masehi.</p>
<p>Karena posisi strategisnya di atas, beragam kekuatan tentu bersaing untuk dapat menjadi penguasa wilayah ini. Tentunya tidak jarang persaingan-persaingan tersebut menimbulkan peperangan dan satu kekuatan yang kalah akan digantikan oleh kekuatan lainnya yang berhasil memenangkan peperangan tersebut. Kerajaan Koying dikalahkan oleh dominasi Kerajaan Tupo di abad ke-3 Masehi dan berhasil menguasai Jambi selama sekitar dua ratus tahun sampai kemudian dikalahkan oleh kekuatan baru di wilayah tersebut, Kerajaan Kantoli. Ternyata Kantoli juga tidak lama berkuasa di Jambi karena kemudian muncul kekuatan lainnya yang juga ingin menguasai wilayah ini, yaitu Kerajaan Melayu Jambi pada abad ke-6 Masehi. Seperti halnya Kantoli yang harus menyerah pada lawannya, Melayu Jambi juga harus mengakui kekuatan berikutnya yang tak kalah dahsyatnya, Kerajaan Sriwijaya di abad yang sama dalam kisaran 70 tahun saja.</p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/batu-candi-muara-jambi.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-328" title="Batu Candi Muara Jambi" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/batu-candi-muara-jambi.jpg?w=112&#038;h=150" alt="Contoh Batu Merah Candi Muaro Jambi" width="112" height="150" /></a>Beragam persaingan yang berakibat pada peperangan dan berujung pada pergantian kekuasaan tentu tidak menumpas habis kekuatan yang ada sebelumnya. Ada sisa kekuatan dalam skala kecil yang lebih memilih menyingkir atau melarikan diri atau menjauh dan mencoba membangun kekuatan di wilayah-wilayah terpencil yang biasanya di pedalaman yang sulit dijangkau musuh. Hal seperti inilah yang mungkin terjadi dengan Koto Rayo, yaitu sisa-sisa kekuatan yang dikalahkan oleh musuhnya dan melarikan diri serta membangun kekuatan di pedalaman Jambi. Fenomena ini misalnya mengemuka dengan pengiriman 20 orang terpilih dari Koto Rayo untuk memantau keadaan atau kondisi di muara Sungai Tabir atau di hulu dari Sungai Batanghari yang langsung menuju Jambi sebagai pusat kekuasaan kerajaan. Ditambahkan lagi dengan cerita menghilangnya para penghuni Koto Rayo setelah menganggap ke-20 orang yang diutus untuk memantau keadaan tersebut sudah meninggal dunia atau terbunuh oleh musuh. Meskipun demikian, karena ketiadaan petunjuk tahun yang menyebutkan kapan peristiwa tersebut terjadi, maka yang terjadi adalah memperbandingkan sisa-sisa peninggalan mereka dengan yang ada di tempat lainnya. Batu-batu bata merah yang banyak berserakan di bekas pemukiman Koto Rayo mungkin dapat memberi petunjuk kapan persisnya situs ini berlangsung. Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa menurut pengamatan sepintas penulis terdapat persamaan antara batu bata merah Koto Rayo dengan batu merah untuk membangun Candi Muaro Jambi. Berarti, berdasarkan hal ini maka dapat disimpulkan bahwa ada kedekatan sejarah antara Koto Rayo dengan Candi Muaro Jambi. Jika demikian, maka dapat dikatakan situs Koto Rayo hampir satu masa dengan Candi Muaro Jambi dan orang-orang Koto Rayo mungkin adalah para pelarian atau sisa-sisa kekuatan dari Kerajaan Melayu Jambi yang ditaklukkan Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-6 Masehi. Sementara batu-batu bata merah yang diyakini merupakan bekas bangunan candi sudah ada sebelum terjadinya peristiwa pelarian tersebut karena wilayah ini termasuk daerah kekuasaan kerajaan-kerajaan yang pernah menguasai Jambi, termasuk Kerajaan Melayu Jambi. Bagaimana dengan ke-20 orang yang dikirim ke muara sungai tersebut? Karena ketiadaan informasi mengenai asal usul mereka, maka ada beberapa asumsi yang mungkin dapat menjawabnya. Ke-20 orang Koto Rayo tersebut bisa jadi adalah para perwira kerajaan di Jambi yang melarikan ke Koto Rayo dan menjadi tulang punggung utama Koto Rayo. Atau, bisa juga mereka adalah orang-orang asli Koto Rayo yang dikombinasikan dengan para perwira pelarian dari kerajaan di Jambi.</p>
<p>Fakta lainnya yang semakin menguatkan asumsi penulis bahwa orang-orang Koto Rayo adalah pelarian kerajaan di Jambi adalah pemilihan posisi dan letak situs ini yang strategis. Dari aspek pertahanan militer yang mungkin ada saat itu, posisi Koto Rayo sangat menguntungkan untuk memantau keadaan sekitarnya dari kemungkinan serangan musuh. Terletak di atas sebuah bukit yang agak bertingkat, berada persis di tikungan dari aliran Sungai Tabir yang membentuk huruf L (<em>letter L</em>) dan dari posisinya ini orang-orang Koto Rayo dapat memandang lurus ke arah timur sepanjang aliran sungai sejauh sekitar satu kilometer. Jika ada armada militer musuh yang menggunakan kapal dan perahu dari arah timur (Jambi) maka akan segera dapat diketahui oleh orang-orang yang ada di Koto Rayo. Dengan mengetahui keberadaan musuh sedini mungkin, maka persiapan-persiapan menghadapi serbuan akan dapat dilakukan seefektif mungkin. Bandingkan misalnya jika lokasi Koto Rayo berada di balik tikungan sungai, meskipun keberadaannya terlindung dari pandangan tetapi tidak dapat segera mengetahui posisi musuh.</p>
<p><strong>Catatan Penutup</strong></p>
<p><a href="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/rumah-kuno.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-330" title="Rumah Kuno di Rantau Limau Manis" src="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/rumah-kuno.jpg?w=150&#038;h=112" alt="Rumah Kuno yang masih tersisa di Rantau Limau Manis" width="150" height="112" /></a>Secara umum, keberadaan Koto Rayo dalam sejarah Jambi di masa lalu memang masih misterius. Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang berkaitan dan bertautan dengan catatan sejarah yang pernah ditulis mengenai wilayah ini. Hal ini terutama menyangkut kondisi yang ada di masa itu yang memiliki kesamaan dan sisa-sisa peninggalan mereka berupa batu-batu bata yang kemungkinan besar adalah bangunan candi. Lebih dari itu masih sangat misterius, semisterius beragam cerita yang mengiringi perjalanan Koto Rayo yang berkembang dan beredar di tengah masyarakat. Bagaimana pun juga, Jambi menyimpan beragam sejarah masa lampau yang sangat banyak karena menjadi pusat kekuasaan beragam kekuatan di masa lalu. Sebagian besar bukti sejarah tersebut, saya yakin, masih terkubur di tanah yang kini menjadi areal berjuta-juta hektar perkebunan karet dan kelapa sawit.</p>
<p>Sistem pertanian di Jambi, dan Sumatra umumnya, memang sedikit banyak turut andil dalam menyebabkan minimnya penemuan benda-benda sejarah masa lampau wilayah ini. Jambi yang mengenal sistem pertanian tanaman keras berupa ladang yang menanam karet dan kelapa wasit tentu sangat susah menemukan benda-benda sejarah yang umumnya terkubur di dalam tanah. Bandingkan dengan Jawa yang menggunakan sawah sebagai model pertanian utamanya, dengan mencakul tanah seringkali masyarakat menemukan beragam peninggalan sejarah. Hal ini misalnya banyak terjadi di Kediri, Trowulan Mojokerto, Yogyakarta dan lainnya sebagainya. Di samping itu, tenaga ahli arkeologi, antropologi dan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan kepurbakalaan juga masih minim di Jambi, terutama yang berasal dari masayarakat setempat. Masyarakat sepertinya lebih cenderung mengarahkan anak-anaknya untuk menempuh pendidikan yang dianggap lebih prospektif bagi masa depannya, seperti ekonomi dan kedokteran. Implikasinya adalah minimnya aktivitas pengungkapan sejarah masa lampau akibat kurangnya penemuan-penemuan benda-benda bersejarah.</p>
<p><strong>             </strong></p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Para ‘pengungsi’ yang berasal dari Koto Rayo ini menurut versi cerita yang kedua merupakan asal muasal orang-orang Ulak Makam yang kini menempati sebuah desa yang bertetangga dengan Rantau Limau Manis di sebelah barat.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> Cerita mengenai ke-20 orang pilihan yang berasal dari Koto Rayo ini saat ini masih melekat dalam adat istiadat masyarakat yang ada di sepanjang aliran Sungai Tabir, khususnya dari Rantau Panjang di barat (hulu) sampai ke Rantau Limau Manis di timur (hilir). Yaitu, digunakan untuk mengajukan tuntutan hukum mengenai suatu perkara atau permasalahan yang terjadi di masyarakat kepada pemuka adat atau tokoh masyarakat dan biasa dikenal dalam masyarakat dengan <em>Kepalo nan Duo Puluh </em>(<em>Kepala Yang Dua Puluh</em> atau <em>Dua Puluh Kepala</em>) yang merupakan kombinasi dari ke-19 orang pilihan dari Koto Rayo yang masih hidup tersebut dan ditambahkan dengan seperangkat perlengkapan obat-obatan tradisonal berupa sirih, kapur dan lain sebagainya sehingga mencapai dua puluh seperti jumlah orang pilihan yang dikirim ke muara sungai dan terlibat peperangan itu.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a> Jika mendasarkan pada pendapat Auguste Comte (1798-1857), seorang ilmuan sosial terkemuka asal Prancis yang dianggap sebagai penemu <em>fisika sosial</em> yang pada tahun 1839 diganti menjadi <em>sosiologi</em>. Menurut Comte, perkembangan pemikiran manusia terbagi atau melalui tiga tahapan (fase), yaitu: teologi atau fiktif; metafisik atau abstrak; dan ilmiah atau positif. Pada fase teologi, pemikiran manusia menganggap bahwa semua gejala dihasilkan oleh tindakan langsung dari hal-hal yang supernatural dan berlangsung pada era sebelum 1300. Sedangkan fase kedua (metafisik) berlangsung pada era 1300-1800 yang ditandai dengan pemikiran manusia yang menganggap bahwa semua gejala bukan berasal dari hal-hal yang supernatural seperti pada tahapan pertama, tetapi berasal dari kekuatan-kekuatan abstrak. Terakhir, fase ilmiah yang berlangsung sejak era 1800 yang ditandai dengan model pemikiran manusia yang berlandaskan pada penalaran dan pengamatan yang kelak memunculkan pengetahuan ilmiah. Berdasarkan hal ini, maka bisa jadi munculnya beragam cerita rakyat seperti Koto Rayo ini terjadi pada kedua fase yang disebutkan oleh Comte di atas. Lebih lanjut, di antaranya lihat: George Ritzer &amp; Douglas J. Goodman, <em>Teori Sosiologi Modern</em>, (Jakarta: Kencana, 2004), hlm. 16-20. Doyle Paul Johnson, <em>Teori Sosiologi Klasik dan Modern</em>, (Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 1988), Jilid I, hlm. 84-86. David Jary &amp; Julia Jary, <em>Collins Dictionary of Sociology</em>, (Glasgow: HarperCollins Publishers, 1991), hlm. 107-109. Nicholas Abercrombie dkk., <em>Kamus Sosiologi</em>, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), hlm. 104.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref4">[4]</a> Lebih lanjut, lihat: Slamet Muljana, <em>Sriwijaya</em>, (Yogyakarta: LKiS, 2008) dan <a href="http://www.melayuonline.com/kerajaan-melayu-jambi">www.melayuonline.com/kerajaan-melayu-jambi</a>. Akses tanggal 5 Maret 2011, serta <a href="http://www.wikipediaindonesia.com/kerajaan-melayu-jambi">www.wikipediaindonesia.com/kerajaan-melayu-jambi</a>. Akses tanggal 5 Maret 2011.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref5">[5]</a> Ini pula yang membuat Prof. Slamet Muljana dan beberapa ilmuan lainnya lebih cenderung berkesimpulan bahwa Jambi adalah pusat Kerajaan Sriwijaya dibandingkan Palembang yang ‘diakui’ secara resmi hingga saat ini. Prof. Slamet Muljana cenderung berkesimpulan bahwa Kerajaan Sriwijaya berpusat di Jambi, bukan di Palembang sebagaimana umumnya yang ‘ditetapkan’ selama ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukannya, letak geografis Jambi yang langsung berhadapan dengan laut lepas lebih cocok untuk menetapkan wilayah ini sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya. Hal ini karena di samping bukti-bukti arkeologis lebih banyak ditemukan di wilayah ini, juga karena Sriwijaya sebagai kerajaan maritim dan perdagangan lebih memungkinkan untuk dilalui oleh kapal-kapal besar dari berbagai wilayah di Asia Tenggara yang menjadikan Selat Malaka sebagai pusatnya saat itu dibandingkan Palembang yang terbentur oleh Selat Bangka yang hanya dilalui oleh kapal-kapal kecil dari dan menuju Jawa. Di samping itu, Prof. Muljana juga memaparkan berita-berita dari Arab yang mengatakan adanya Maharaja dari Zabag yang dapat diidentifikasi sebagai Muara Sabak yang berada di ujung Semenanjung Jambi (Kabupaten Tanjung Jabung sekarang) dan menjadi pintu masuk bagi kapal-kapal yang menuju Jambi dan laut lepas. Atau dari berita China yang mengatakan nama San-fo-ts’i sebagai kawasan penting dalam Sriwijaya saat itu dan dapat diidentikkan dengan (Muara) Tembesi yang ada di Jambi saat ini. Lebih lanjut, lihat: Slamet Muljana, <em>Sriwijaya</em>, (Yogyakarta: LKiS, 2008), hlm. 107-119.</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=321&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/06/02/koto-rayo-pemukiman-kuno-di-tepi-sungai-tabir-jambi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/sungai-tabir.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Sungai Tabir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/batu-candi-koto-rayo.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Batu &#039;Candi&#039; Koto Rayo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/batu-candi-muara-jambi.jpg?w=112" medium="image">
			<media:title type="html">Batu Candi Muara Jambi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://roedijambi.files.wordpress.com/2011/06/rumah-kuno.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah Kuno di Rantau Limau Manis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Superioritas Barca vs Inferioritas Man. United (Catatan Final Liga Champion Eropa 2011)</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/30/superioritas-barca-vs-inferioritas-man-united-catatan-final-liga-champion-eropa-2011/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/30/superioritas-barca-vs-inferioritas-man-united-catatan-final-liga-champion-eropa-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 May 2011 11:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Final Liga Champion]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola Eropa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM Sebuah ungkapan bijak pernah berkata bahwa banyak beban akan membawa banyak masalah. Ungkapan ini mungkin dapat mewakili apa yang dihadirkan oleh Final Liga Champion Eropa edisi 2010-2011 yang dimentaskan dini hari tadi, 29 Mei 2011. Laga final yang dikatakan sebagai pertemuan puncak nan ideal antara dua kutub utama sepakbola Eropa saat ini, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=319&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Pahrudin HM</strong></em><br />
Sebuah ungkapan bijak pernah berkata bahwa banyak beban akan membawa banyak masalah. Ungkapan ini mungkin dapat mewakili apa yang dihadirkan oleh Final Liga Champion Eropa edisi 2010-2011 yang dimentaskan dini hari tadi, 29 Mei 2011. Laga final yang dikatakan sebagai pertemuan puncak nan ideal antara dua kutub utama sepakbola Eropa saat ini, Barcelona yang mewakili kompetisi kasta tertinggi La Liga Spanyol dan Manchester United yang menyandang status wakil sepakbola Premier League Inggris serta keduanya juga berposisi sebagai kampiun di kompetisi liganya masing-masing. Pertandingan final ini sekaligus juga seperti ulangan laga serupa yang terjadi dalam ajang yang sama di tahun 2009 yang dilaksanakan di Stadion Olimpico, Roma Italia.</p>
<p>Road to Wembley yang dilalui kedua klub dapat dikatakan cukup mulus. Di fase grup keduanya menempati posisi puncak atas lawan-lawannya. Namun demikian, perjalanan Barca di fase berikutnya cukup berat karena harus merontokkan salah satu raksasa Inggris, Arsenal dan disusul kemudian dengan Shakhtar Donets dan seterunya di el-clasico, Real Madrid, sedangkan Man. United ‘hanya’ bertemu wakil Prancis, Marseille di fase knockout pertama. Man. United baru menghadapi lawan yang sangat tangguh ketika bertemu rival utamanya di Liga Primer, Chelsea dan kembali menghadapi lawan yang tidak cukup berat di fase berikutnya, Schalke 04.</p>
<p>Bagi Man. United, laga final kali ini sangat berarti banyak hal. Pertama, membalas dendam (revand) atas kekalahan 0-2 di Olimpico Roma 2009 yang lalu. Kedua, menjaga kehormatan para fans-nya dan masyarakat negeri Ratu Elizabeth II umumnya sebagai host laga final yang dimentaskan di stadion kebanggaan Inggris, Wembley. Ketiga, menuntaskan keinginan kuat Sir Alex dan seluruh komponen Man. United untuk paling tidak mendekati capaian sang seteru abadi, Liverpool, di pentas Eropa (5 kali juara) menjadi 4 kali setelah terakhir berhasil direngkuh pada tahun 2008 sekaligus juga menghasilkan double winner di musim ini. Paling tidak, inilah beban berat yang harus dipikul oleh segenap punggawa Man. United di rumput hijau Wembley dalam hitungan 90 menit. Beban berat yang seringkali menimbulkan banyak masalah yang mengiringinya. Sebaliknya bagi Barcelona, laga kali ini ‘hanya’ ingin semakin menunjukkan eksistensi dan superioritasnya atas kekuatan sepakbola Eropa, khususnya Man. United dan Liga Inggris serta merengkuh tropi keempatnya dalam kompetisi antar klub Eropa.</p>
<p>Akibat beban berat yang dipikul oleh Rooney dkk, Man. United harus bertekuk lutut di bawah superioritas Barcelona dengan skor telak, 1-3 (1-1). Permainan Man. United yang biasanya cepat dan mengalir deras dari para wingernya, hampir tidak pernah terlihat sepanjang 90 menit pertandingan berlangsung. Sementara itu, Barca sangat leluasa menerapkan trade mark-nya selama ini dengan umpan-umpan pendek dari kaki ke kaki dan penguasaan bola yang sangat dominan. Dengan kondisi seperti ini, ditambahkan lagi dengan permainan United yang cenderung mengikuti lawan, maka gol-gol yang diharapkan hanya tinggal menunggu waktu saja. Hal ini terbukti dengan lahirnya gol-gol cantik ala Barca dari kaki Pedro, Messi dan Villa serta hanya mampu dibalas oleh sebiji gol Rooney yang hasil yang prosesnya dari tayangan ulang terlihat offside.</p>
<p>Pertandingan dini hari tadi juga semakin mengukuhkan dominasi Barca atas Man. United dalam beberapa pertemuan yang keduanya lakoni. Di samping itu, untuk kesekian kalinya Man. United harus mengakui keunggulan Barca ketika keduanya bertindak sebagai layaknya tamu dan tuan rumah. Ya, meskipun Stadion Wembley yang dijadikan venue laga final ini terletak di London Inggris, namun Barcelona berhak menggunakan jersey utamanya karena alfabet klub yang berawalan lebih dahulu (FC Barcelona) dari Manchester United. Akibatnya, meskipun berlangsung di Inggris, Man. United harus menggunakan jersey tandang (putih-putih) menghadapi Barcelona yang sesungguhnya adalah tamunya. Hal yang sama juga terjadi di Olimpico Roma 2009 yang lalu, dan kedua laga final tersebut dimenangi Barcelona yang bertindak sebagai ‘tuan rumah’. Entah kebetulan atau tidak, tapi yang jelas banyak pengamat menilai bahwa kostum tim cukup berpengaruh terhadap penampilan sebuah tim dalam pertandingan, apalagi laga final sekelas Liga Champion yang sangat sakral. Hal ini karena mungkin tim yang memakai kostum utama memiliki motivasi yang begitu kuat menjaga kebesaran kostum yang dikenakannya layaknya di laga tandang mereka sendiri dan begitu juga sebaliknya. Namun demikian, bagaimana pun juga taktik dan strategi pelatih serta permainan tim lah yang menentukan. Barcelona sangat leluasa memainkan permainan cantiknya yang selama ini menjadi andalan utamanya dalam menaklukkan lawannya, sebaliknya Man. United seakan ‘terpesona’ dengan gerakan lawan sehingga ‘lupa’ akan beragam kreasi ciamik yang selama ini mereka perlihatkan dalam menaklukkan Liga Inggris dan fase-fase Liga Champion.</p>
<p>Selamat buat Barcelona atas rengkuhan tropi keempatnya di Liga Champion. Buat Man. United, perjalanan ke final bukanlah sebuah kebetulan dan ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dan final mendatang masih ada.</p>
<p>Yogyakarta, 29 Mei 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=319&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/30/superioritas-barca-vs-inferioritas-man-united-catatan-final-liga-champion-eropa-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sosiologi Lingkungan: Sebuah Pengantar</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/24/sosiologi-lingkungan-sebuah-pengantar/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/24/sosiologi-lingkungan-sebuah-pengantar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 03:35:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosiologi Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sumberdaya Alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Pengantar Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini beragam bencana alam dapat dikatakan &#8216;rutin&#8217; terjadi di berbagai belahan dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. Melalui beragam media massa kita dapat mengetahui beragam bencana alam hampir selalu terjadi setiap hari. Mulai dari banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Aneka ragam bencana alam ini tentu menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=315&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Sebagaimana diketahui bahwa akhir-akhir ini beragam bencana alam dapat dikatakan &#8216;rutin&#8217; terjadi di berbagai belahan dunia, tanpa terkecuali di Indonesia. Melalui beragam media massa kita dapat mengetahui beragam bencana alam hampir selalu terjadi setiap hari. Mulai dari banjir, tanah longsor dan lain sebagainya. Aneka ragam bencana alam ini tentu menjadi persoalan bagi manusia, tanpa terkecuali bagi masyarakat Indonesia yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki beragam sumberdaya alam, seperti hutan dan sungai. Dengan memiliki sumberdaya-sumberdaya alam tersebut seharusnya Indonesia menikmati beragam keuntungan dan jauh dari bencana alam. Bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Wasior, Aceh, Medan dan Jawa seharusnya tidak terjadi karena Indonesia memiliki sumberdaya hutan yang luas membentang di sepanjang kawasan Nusantara ini. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, untuk keperluan beragam kepentingan hutan ditebang dan kawasannya digunduli serta lingkungan menjadi rusak sehingga mengemukalah banjir dan tanah lonsor.</p>
<p>Sebagai sebuah kajian ilmu pengetahuan, sosiologi dituntut untuk mampu menganalisis dan memahami persoalan-persoalan yang dihadapi manusia dalam kehidupannya. Meskipun demikian, persoalan lingkungan (<em>environment</em>) merupakan aspek yang dapat dikatakan terlambat menjadi bagian dari objek kajian (the subject matter) oleh sosiologi dibandingkan yang lainnya. Beberapa pakar menilai bahwa ‘keterlambatan’ perhatian sosiologi terhadap persoalan lingkungan ini karena ‘kungkungan dan kekangan’ defenisi sosiologi yang dikemukakan oleh para ahli dan dijadikan acuan oleh banyak kalangan dalam melakukan kajian. Beragam defenisi sosiologi yang dikemukakan oleh beragam ahli selama ini memperlihatkan bahwa ilmu ini ‘hanya’ mengkaji hubungan antar manusia tanpa memasukkan unsur lingkungan. Kenyataan ini dapat dimengerti karena sosiologi hadir dan dirumuskan di saat perspektif antroposentrisme (manusia sebagai pusat atau penentu alam) masih sangat dominan.<br />
Perluasan perspektif sosiologi dari antroposentrisme menjadi ekosentrisme (lingkungan atau alam sebagai pusat kajian) baru mengemuka pada tahun 1978 yang dilakukan oleh Riley Dunlap dan William Catton.</p>
<p><strong>Sosiologi Lingkungan</strong></p>
<p>Sosiologi lingkungan (environment sociology) didefenisikan sebagai cabang sosiologi yang memusatkan kajiannya pada adanya keterkaitan antara lingkungan dan perilaku sosial manusia. Menurut Dunlop dan Catton, sebagaimana dikutip Rachmad, sosiologi lingkungan dibangun dari beberapa konsep yang saling berkaitan, yaitu:<br />
1.    Persoalan-persoalan lingkungan dan ketidakmampuan sosiologi konvensional untuk membicarakan persoalan-persoalan tersebut merupakan cabang dari pandangan dunia yang gagal menjawab dasar-dasar biofisik struktur sosial dan kehidupan sosial.<br />
2.    Masyarakat modern tidak berkelanjutan (unsustainable) karena mereka hidup pada sumberdaya yang sangat terbatas dan penggunaan di atas pelayanan ekosistem jauh lebih cepat jika dibandingkan kemampuan ekosistem memperbaharui dirinya. Dan dalam tataran global, proses ini diperparah lagi dengan pertumbuhan populasi yang pesat.<br />
3.    Masyarakat menuju tingkatan lebih besar atau lebih kurang berhadapan dengan kondisi yang rentan ekologis.<br />
4.    Ilmu lingkungan modern telah mendokumentasikan kepelikan persoalan lingkungan tersebut dan menimbulkan kebutuhan akan penyelesaian besar-besaran jika krisis lingkungan ingin dihindari.<br />
5.    Pengenalan dimensi-dimensi krisis lingkungan yang menyumbang pada ‘pergeseran paradigma’ dalam masyarakat secara umum, seperti yang terjadi dalam sosiologi berupa penolakan terhadap pandangan dunia Barat yang dominan dan penerimaan sebuah paradigma ekologi baru.<br />
6.    Perbaikan dan reformasi lingkungan akan dilahirkan melalui perluasan paradigma ekologi baru di antara publik, massa dan akan dipercepat oleh pergeseran paradigma yang dapat dibandingkan antara ilmuan sosial dan ilmuan alam.<br />
Lebih lanjut, dalam kajian sosiologi lingkungan, beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, adaptasi terhadap perubahan lingkungan atau adanya pergeseran nilai-nilai sosial yang merupakan efek dari perubahan lingkungan harus dapat dikontrol. Hal ini dilakukan agar kemunculan pengaruh-pengaruh berupa faktor-faktor yang tidak berkaitan dengan kondisi lingkungan (eksogen) dapat terdeteksi atau dikenali dengan jelas. Dengan demikian dapat dipahami bahwa sosiologi lingkungan adalah cabang sosiologi yang mengkaji aspek-aspek lingkungan, seperti pemanfaatan sumberdaya alam serta pencemaran dan kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manusia dengan beragam alasan sebagai dampak ikutannya.</p>
<p>Sumber Bacaan:</p>
<p>1. Sunyoto Usman, ‘Studi Lingkungan Dalam Perspektif Sosiologi’, dalam <em>Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat</em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.</p>
<p>2. Rachmad K.D.S, <em>Sosiologi Lingkungan</em>. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2008.</p>
<p>3. Y.R. Zakaria, <em>Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat</em>. Jakarta: Penerbit Walhi, 1994.</p>
<p>4. Bruce Mitchell dkk., <em>Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan</em>. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2003.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/315/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/315/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=315&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/24/sosiologi-lingkungan-sebuah-pengantar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menelisik Terorisme Pasca Wafatnya Osama</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/03/menelisik-terorisme-pasca-wafatnya-osama/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/03/menelisik-terorisme-pasca-wafatnya-osama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 May 2011 06:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Osama bin Laden]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Pengantar Minggu, 1 Mei 2011 bisa jadi saat yang akan selalu dikenang dan tercatat dalam sejarah dunia serta akan selalu menjadi momen yang bahagia terutama bagi masyarakat Amerika Serikat. Ya, hari pertama di bulan kelima tersebut mencatatkan tewasnya seorang musuh terbesar Barat, khususnya Amerika Serikat, yang sudah diburu selama 10 tahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=306&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Minggu, 1 Mei 2011 bisa jadi saat yang akan selalu dikenang dan tercatat dalam sejarah dunia serta akan selalu menjadi momen yang bahagia terutama bagi masyarakat Amerika Serikat. Ya, hari pertama di bulan kelima tersebut mencatatkan tewasnya seorang musuh terbesar Barat, khususnya Amerika Serikat, yang sudah diburu selama 10 tahun tahun terakhir, Usamah bin Ladin (&#8216;Osama bin Laden&#8217; dalam literatur resmi yang dikeluarkan beragam media dunia). Sosok yang dikatakan Barat sebagai &#8216;Al-Qaeda Leader&#8217; ini dikatakan tewas dalam sebuah penyergapan yang dilakukan oleh pasukan elit Amerika Serikat di Abbotabad, Pakistan. Pria kelahiran Riyadh Arab Saudi ini memang sudah lama diburu Barat yang dikomandoi oleh Amerika karena dianggap sebagai gembong beragam aksi teror di seluruh dunia, terutama serangan terhadap menara kembar WTC pada 11 September 2001 yang lalu. Untuk memburu Osama, Amerika tidak hanya mengerahkan pasukan-pasukan elitnya yang lengkap dengan beragam persenjataan militer yang super canggih, tetapi juga menyelenggarakan sayembara dengan hadiah ratusan miliar rupiah bagi siapa saja yang dapat memberi informasi, apalagi menangkap, sosok yang menjadi buruan utamanya ini.</p>
<p>Barangkali, hidup Osama memang ditakdirkan hanya sampai 30 April 2011 jika memang &#8216;klaim&#8217; Presiden Barack Obama mengenai kematiannya itu memang benar. Hal ini karena sebelumnya sudah seringkali Osama diberikan meninggal dunia meskipun terbukti ia masih tetap eksis sampai paling tidak April 2011 kemaren. Keraguan berita kematian Osama juga berdasarkan pada adanya dugaan photo jenazahnya yang beredar di berbagai media massa merupakan hasil rekayasa teknologi fotografi terhadap beragam gambarnya yang ada selama ini. Sudahlah, memang berita kematiannya kali ini cukup mendasar karena disampaikan langsung oleh presiden dari sebuah negara adidaya dunia, meskipun hal itu dapat pula terjadi sebaliknya. Pertanyaan yang mengemuka kemudian adalah apakah beragam teror yang ada selama ini di berbagai belahan dunia akan berakhir dengan sendirinya karena kematian Osama. Pertanyaan yang cukup perlu didapatkan jawaban pastinya.</p>
<p><strong>Munculnya Terorisme</strong></p>
<p><strong></strong>Terorisme merupakan alat atau cara yang digunakan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mengintimidasi atau menakuti seseorang atau sekelompok orang karena tujuan tertentu. Sebagian besar aksi terorisme mengemuka karena ketidaksukaan atau ketidakrelaan terhadap sesuatu atau seseorang atau lembaga yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai yang diakui, atau dalam bahasa sederhananya adalah karena pelampiasan dari perasaan ketidakadilan yang dialami seseorang atau sekelompok orang. Terorisme memang bukan monopoli kelompok, etnis atau agama tertentu karena ia dapat saja terjadi di berbagai tempat dan beragam keadaan. Aksi terorisme terjadi di Irlandia akibat ketidakrelaan beberapa komponen masyarakatnya atas pengaruh Inggris di negara itu, juga terjadi di India yang dilakukan oleh sekelompok kaum komunis Maois, juga terjadi di Spanyol yang dilakukan kelompok Bosque yang menghendaki pemisahan wilayah dari kerajaan di Semenanjung Iberia tersebut, dan terjadi di Filipina yang dilakukan oleh kelompok komunis dan Islam di Mindanao serta di berbagai belahan dunia lainnya.  Singkat kata, aksi terorisme dapat diterjadi di mana saja tanpa mengenal negara jika penyebabnya yaitu ketidakadilan memang nyata dirasakan oleh masyarakatnya.</p>
<p><strong>Terorisme Yang Dilakukan Oknum &#8216;Muslim&#8217;</strong></p>
<p>Meskipun aksi terorisme dapat terjadi di mana saja dan dapat dilakukan oleh siapa pun, namun aksi yang dilakukan kelompok Islam cenderung mendapat perhatian yang lebih. Hal ini boleh jadi terjadi karena intensitas aksi yang dilakukan lebih banyak dan dalam skala yang lebih luas (global) jika dibandingkan aksi-aksi terorisme lainnya yang sangat bersifat regional atau lokal. Lihatlah aksi yang dilakukan terhadap menara kembar WTC yang dilakukan bukan oleh warga Amerika dan beragam aksi teror lainnya di seluruh dunia. Menarik kemudian untuk melihat kenapa aksi terorisme yang dilakukan oleh &#8216;oknum-oknum Islam&#8217; (karena tidak semua umat Islam melakukannya dan menyepakati aksi yang dilakukan) cenderung gencar dilakukan yang pada akhirnya mendapatkan porsi perhatian yang luar biasa dari warga bumi.</p>
<p>Banyak pengamat mengungkapkan bahwa aksi terorisme yang dilakukan oleh &#8216;para oknum muslim&#8221; ini dilakukan akibat ketidakadilan perlakuan dan kebijakan ganda yang diterapkan oleh Barat, utamanya Amerika Serikat dan Inggris. Sebagai satu-satunya negara superpower dunia pasca runtuhnya Uni Sovyet, Amerika melakukan kebijakan yang tidak berimbang dalam mengatur dunia dan hanya mengutamakan kepentingannya beserta para sekutunya. Contoh yang paling nyata adalah &#8216;kebijakan&#8217; berat sebelah Negeri Paman Sam terhadap negara-negara Timur Tengah. Israel yang menjadi &#8216;anak emas&#8217; Amerika sangat dimanja dan dilindungi dengan segala cara padahal sudah sangat sering melakukan pelanggaran, bahkan hak asasi manusia yang selalu didengungkan Barat. Sementara negara-negara lainnya jika melakukan hal itu sudah langsung dibabat dan dirontokkan, seperti yang dialami oleh Irak dan Iran. Perlakukan istimewa Amerika dan Inggris terhadap Israel ini sudah berlangsung sejak Negara Zionis ini berdiri pada tahun 1948 karena merupakan &#8216;hadiah&#8217; dari penguasa dunia tersebut. Dari beragam aspek Israel selalu dibantu Barat, seperti militer dan ekonomi, begitu juga bantuan dari kemungkinan ancaman yang muncul dari negara-negara tetangga Arabnya. Masih segar dalam ingatan kita pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan Gaza, dan bahkan Komisi HAM PBB sudah menetapkannya sebagai sebuah pelanggaran, tetapi dengan segala cara Barat berusaha membantu &#8216;anak emas&#8217;-nya. Dan yang paling terbaru adalah ketidaksukaan Amerika terhadap rekonsiliasi yang dilakukan Pemerintah Palestina dan Hamas dalam upaya kedua kelompok ini untuk bersama-sama membangun masa depan Palestina. Dan masih banyak bukti pelanggaran Israel terhadap kemanusian, seperti pembantaian ribuan warga Palestina sepanjang tahun 1948-sekarang, yang tidak dihiraukan Amerika dan Barat yang semakin memperlihatkan standar ganda dan perlakuan tidak adil yang mereka terapkan.</p>
<p>Dengan demikian, sepertinya aksi terorisme tidak akan pernah berhenti selama Barat yang disponsori Amerika tidak menghentikan standar ganda dan perlakuan tidak adilnya terhadap dunia. Meskipun saya yakin sebagian besar masyarakat dunia, khususnya muslim yang termasuk saya, tidak merestui beragam aksi teror yang dilakukan sekelompok orang itu, namun faktor yang menjadi pemicunya harus terlebih dahulu dihilangkan atau diperbaiki. Di era Obama yang gencar menyuarakan perbaikan hubungan dengan dunia Islam, semoga pemicu terorisme segera disadari dan diperbaiki agar dunia diselimuti keadilan, ketentraman, dan kemakmuran. Jangan lagi ada Osama-Osama lain yang lahir untuk menyadarkan dan meluruskan &#8216;kebijakan-kebijakan&#8217; Barat yang tidak adil. Semoga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/306/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/306/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=306&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/05/03/menelisik-terorisme-pasca-wafatnya-osama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Etnis-Etnis di Timur Tengah</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/mengenal-etnis-etnis-di-timur-tengah/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/mengenal-etnis-etnis-di-timur-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 02:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Berber]]></category>
		<category><![CDATA[Kurdi]]></category>
		<category><![CDATA[Persia]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Turki]]></category>
		<category><![CDATA[Yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Pengantar Sebagaimana diketahui bahwa Timur Tengah (The Middle East atau asy-Syarq al-Awsat) mencakup suatu wilayah atau kawasan yang sangat luas, membentang di tiga benua (Asia, Afrika dan Eropa) jika merujuk pada pengertiannya yang luas atau di dua benua (Asia dan Afrika) bersadarkan pemahaman sederhananya. Di benua Asia, Timur Tengah mencakup seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=303&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Sebagaimana diketahui bahwa Timur Tengah (The Middle East atau asy-Syarq al-Awsat) mencakup suatu wilayah atau kawasan yang sangat luas, membentang di tiga benua (Asia, Afrika dan Eropa) jika merujuk pada pengertiannya yang luas atau di dua benua (Asia dan Afrika) bersadarkan pemahaman sederhananya. Di benua Asia, Timur Tengah mencakup seluruh kawasan yang ada di Asia Barat dan sebagian Asia Tengah, sedangkan di benua ‘Hitam’ berupa seluruh kawasan Afrika Afrika dan benua Afrika terdiri dari Eropa Tenggara atau yang biasa dikenal dengan Balkan.<br />
Timur Tengah tidak hanya berupa suatu kawasan yang luas yang membentang di tiga benua, tetapi juga terdiri dari beragam etnis yang mendiami aneka ragam wilayah. Masing-masing kelompok masyarakat Timur Tengah tersebut memiliki karakteristik yang membedakannya dengan etnis lainnya di kawasan ini, meskipun terdapat juga beberapa persamaannya.</p>
<p><strong>Arab dan Yahudi</strong><br />
Orang-orang Arab dan orang-orang Yahudi Timur Tengah secara historis masih memiliki hubungan kekerabatan karena keduanya berasal dari satu ras, yaitu ras Kaukasia atau Asia Barat yang juga lebih dikenal sebagai ‘Semit’ atau ‘Semitik’. Kata ‘Semit’ diambil berdasarkan temuan para ahli dalam Kitab Perjanjian Lama pada abad ke delapan belas yang merujuk pada keturunan Nabi Nuh, Sam, yang kemudian menurunkan Nabi Ibrahim sehingga mempertemukan orang-orang Yahudi dan Arab dalam kedua putranya, Ishaq dan Ismail. Meskipun sama-sama berhidung mancung, orang-orang Arab dan Yahudi memiliki bentuk hidung mancung yang khas jika dibandingkan dengan etnis lainnya yang ada di kawasan Timur Tengah. Akan tetapi, beberapa hal yang membedakan antara orang-orang Arab dan Yahudi sebagai sesama ras Semit adalah faktor agama yang dianut, dimana orang-orang Arab mayoritas penganut agama Islam sedangkan orang-orang Yahudi adalah para penganut agama Yahudi. Hal lainnya adalah aspek bahasa, dimana orang-orang Arab menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa kesehariannya, sedangkan orang-orang Yahudi menggunakan bahasa Ibrani. Selanjutnya, faktor tempat tinggal dimana orang-orang Arab menetap di suatu kawasan yang terasing di tengah padang pasir sedangkan orang-orang Yahudi menjadi nomaden dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Faktor lainnya yang membedakan kedua ras Semit ini adalah kebiasaan orang-orang Arab yang menggubah bait-bait puisi yang indah dengan bahasa yang menarik. Adapun kelebihan sekaligus juga kelemahan orang-orang Arab karena fanatisme kesukuan yang sangat tinggi, bahkan terkadang lebih dari segalanya. Hal ini sering menyulut perselisihan dan peperangan, baik sesama Arab maupun non-Arab. Setelah Islam datang, fanatisme kesukuan berganti dengan fanatisme terhadap Islam yang sangat tinggi sehingga di tangan orang-orang Arab Islam menjadi agama yang menguasai dunia. Sedangkan kelebihan Yahudi adalah orang-orang yang dikenal memiliki kecerdasan dan keahlian sebagaimana dicatat dalam sejarah beragam pakar dan ahli berbagai ilmu pengetahuan yang merupakan orang-orang Yahudi. Adapun kelemahan Yahudi adalah kebanggaan yang berlebihan akan keyahudian mereka sehingga menganggap bangsa lain lebih rendah karena merasa merekalah bangsa yang paling mulia dan terhormat di muka bumi ini. Orang-orang Arab sebagian besar tinggal di kawasan Asia Barat (Arab Saudi dan negara-negara Teluk, Yaman, Palestina, Syiria, Irak, Libanon dan Yordania), Afrika Utara (Marokko, Tunisia, Libya dan Aljazair), Afrika Barat (Mesir dan Sudan) dan di beberapa negara lain di seluruh dunia. Sedangkan orang-orang Yahudi saat ini terkonsentrasi di Israel dan dalam jumlah tertentu berada di Eropa dan Amerika.</p>
<p><strong>Persia</strong><br />
Bangsa Persia yang secara sederhana saat ini direpresentasikan dengan Iran umumnya dikenal sebagai orang-orang yang hidup nomaden dengan tinggal di dalam kemah-kemah yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Karena hidup di alam yang keras dan liar, orang Persia terbentuk menjadi individu yang keras pula. Namun setelah mereka menetap di suatu kawasan dengan menjadi petani dan pengembala, membuat mereka menjadi pribadi yang berhati ikhlas, pemurah dan suka menjamu tamu. Dan salah satu ciri terpenting yang dikenal dunia dari orang-orang Persia adalah kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan. Salah satunya terlihat pada peran besar mereka terhadap perkembangan ilmu pengatahuan di masa Abbasiyah dengan melahirkan beragam penemuan dan ilmuan, semisal ar-Razi dan al-Biruni. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Persia dan menjadi bahasa resmi negara Iran saat ini. Sedangkan agama yang mereka anut saat ini adalah Islam, khususnya sekte Syiah dan sebagian kecil penganut Islam Sunni. Namun demikian, agama asal dari bangsa Persia adalah Zoroater yang terdiri dari dua macam sekte, yaitu Mani dan Mazdak yang sangat dikenal karena penyembahan mereka kepada api yang merupakan dewa tertinggi yang menerangi dunia. Agama Zoroaster atau Zaratusra masih dianut oleh sebagian kecil orang Persia (0,1%), begitu juga dengan agama-agama lainnya, seperti Kristen (0,8%) dan Yahudi (0,2%). Saat ini, mayoritas orang-orang Persia ada di Iran (22.986.329 jiwa), namun demikian bangsa ini juga dapat ditemukan di Afghanistan, negara-negara Asia Tengah, bahkan Amerika dan Australia serta beberapa negara Arab yang ada di kawasan Teluk.<br />
Di samping beragam kelebihan yang menjadi ciri bangsa Persia di atas, terdapat pula ciri lainnya yang menjadi kelemahan mereka. Seperti umumnya masyarakat Timur Tengah, orang-orang Persia juga memiliki fanatisme yang tinggi atas kebangsaan mereka. Bagi mereka, bangsa Persia mengungguli bangsa-bangsa lainnya, khususnya bangsa Arab dan Yahudi, karena mereka memiliki bahasa yang tertua di dunia serta peradaban yang tinggi dan besar yang pernah menguasai dunia. Karakter lainnya yang dianggap menjadi kelemahan adalah sifat introvert atau tertutup yang mereka miliki dan menutup mata terhadap kenyataan bahwa bangsa lain pun adalah bangsa yang maju dan unggul.</p>
<p><strong>Turki</strong><br />
Orang-orang Turki sesungguhnya berasal dari Mongolia yang bercampurbaur dengan beragam etnis Persia yang ada di Asia Tengah. Sebelum pindah ke wilayah Turki sekarang, orang-orang Turki mendirikan kerajaan di wilayah Asia Tengah saat ini. Perlahan-lahan namun pasti, kekuasaan kerajaan ini semakin luas mencakup sebagian besar wilayah Islam saat itu. Bahkan yang sangat fenomenal dari imperium yang kemudian dikenal sebagai Turki Usmani ini adalah kesuksesan mereka merebut Konstantinopel dari Romawi dan memindahkan kerajaan mereka ke wilayah Turki saat ini. Salah satu ciri khas orang-orang Turki, di samping ciri-ciri umumnya orang-orang Timur Tengah sebagaimana di atas, adalah mereka sejak dahulu dikenal sebagai ahli perang yang ulung dan tentara yang gagah berani di medan tempur. Tidak mengherankan jika sebelum mereka membentuk kerajaan sendiri dibawah pimpinan Usman, orang-orang Turki sudah menjadi pilar utama angkatan bersenjata Kekhalifahan ‘Abbasiyah. Hal ini terus berlanjut di masa Turki Usmani dan kerajaan-kerajaan setelahnya, terutama dengan gelar ‘Pasya’ yang berarti bangsawan Turki yang melekat pada setiap pimpinan angkatan perang saat itu. Keunggulan lain Turki adalah memiliki budaya yang merupakan perpaduan antara budaya Timur yang menjadi tempat asalnya serta sebagian besar pernah menjadi wilayah kekuasaan mereka seperti Arab dan Berber dan budaya Barat, terutama Yunani dan Romawi, yang menjadi pusat kekuasaannya. Hal ini membuat orang-orang Turki dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan mau mengenal berbagai budaya dan tradisi lainnya. Namun demikian, Turki juga memiliki kelemahan sebagaimana layaknya masyarakat Timur Tengah lainnya. Sebagai ‘mantan’ penguasa dunia melalui Imperium Turki Usmani, orang-orang Turki tetap memiliki fanatisme kebangsaan yang tinggi sehingga cenderung ‘merendahkan’ bangsa lainnya.<br />
Mayoritas orang Turki adalah penganut agama Islam, khususnya sunni, dan menggunakan bahasa Turki dalam kesehariannya. Islam memang telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Turki karena berkat agama inilah mereka mencapai beragam kegemilangan yang tercatat dalam sejarah. Namun demikian, orang-orang Turki juga menganut agama-agama lainnya yang hidup secara tenang dan damai, seperti Kristen dan Yahudi. Saat ini orang-orang Turki memang terkonsentrasi di negara Turki, meskipun demikian beberapa komunitas Turki dapat ditemukan di beberapa negara Eropa, khususnya di Jerman yang memang menjadi sekutu utamanya di Perang Dunia Pertama, dan negara-negara Balkan (seperti Bosnia) yang pernah menjadi wilayah kekuasaannya.</p>
<p><strong>Berber</strong><br />
Orang Berber adalah etnis asli dari daerah Afrika Utara atau arah timur Lembah Nil sebelum kedatangan dan penaklukan Arab atas wilayah ini. Bangsa Berber tersebar dari Samudra Atlantik hingga oasis Siwa, di Mesir dan dari Laut Mediterania hingga Sungai Niger. Dalam kesehariannya, orang Berber menggunakan berbagai bahasa Berber yang merupakan cabang dari bahasa Afro-Asia. Berdasarkan data terkini, terdapat sekitar 14-25 juta orang Berber di Afrika Utara, dan yang terpadat adalah di Maroko dan semakin ke timur semakin jarang dijumpai. Secara umum, ciri fisik orang Berber yang ada saat ini tidak jauh berbeda dengan orang-orang Timur Tengah lainnya, karena memang sudah terjadi percampuran di antara mereka. Akan tetapi, sebagaimana umumnya orang-orang yang berasal dari Afrika, orang-orang Berber dikenal memiliki fisik yang sangat kuat dan tangguh sehingga seringkali menjadi langganan tentara dan pengawal di masa kerajaan dahulu. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai orang Berber, maka dapat memperhatikan seorang maestro sepakbola dunia asal Prancis, Zinedine Zidane, karena meskipun merupakan keturunan Aljazair, tetapi Zidane adalah seorang Berber.<br />
Seperti umumnya masyarakat Timur Tengah, orang Berber juga memiliki fanatisme kesukuan yang tinggi dan memiliki komitmen yang sangat tinggi terhadap orang-orang yang mereka anggap layak dipercayai. Namun demikian, karena mereka banyak hidup di tempat yang keras maka mereka dikenal sebagai yang tertutup dan cukup sulit menerima pengaruh dari luar. Saat ini, sebagian besar orang Berber adalah penganut Islam (khususnya sunni) yang mereka dapatkan dari para penakluk Arab (Islam) yang menguasai Afrika Utara. Namun demikian, sebelum kedatangan Islam orang Berber adalah penganut animisme yang mempercayai beragam kekuatan alam. Di samping Islam, orang Berber juga penganut beragam agama lainnya, seperti Kristen dan Yahudi. Bahasa yang mereka pakai adalah bahasa Berber, namun setelah kedatangan Islam bahasa ini cukup sulit dijumpai karena banyak diantara mereka yang beralih menggunakan bahasa Arab. Orang Berber terkonsentrasi di Afrika Utara, seperti Tunisia, Marokko, Aljazair dan Libya. Namun demikian, di beberapa negara Asia Barat seperti Lebanon dan Syiria serta Eropa, terutama Prancis, orang-orang Berber juga dapat ditemukan.</p>
<p><strong>Kurdi </strong><br />
Kurdi adalah suatu etnis yang ada di Timur Tengah yang merupakan keturunan etnik Indo-Arya yang berasal dari rumpun Persia. Meskipun masih berhubungan secara geneologis dengan Persia, tetapi orang-orang Kurdi menggunakan bahasa yang berbeda, yaitu bahasa Kurdi. Suku Kurdi hingga saat ini merupakan satu-satunya suku bangsa besar dunia yang tidak memiliki negara, padahal jumlahnya mencapai 30 juta jiwa. Suku rumpun Persia ini mendiami tiga negara di Timur Tengah, yaitu Turki, Irak dan Syiria. Salah satu karakteristik yang ada pada Suku Kurdi adalah tinggal di pegunungan dan hidup secara semi-nomadik dalam organisasi sosialnya dengan berprofesi sebagai petani. Meskipun demikian, sebagian kecilnya telah menetap di berbagai kota di Turki, Syiria dan Irak dengan berprofesi sebagai pedagang, guru dan politikus seperti Jalal Talabani yang menjadi Perdana Mentri Irak.<br />
Seperti halnya orang Persia, orang Kurdi dikenal tertutup dan sangat sulit untuk menerima pengaruh dari luar dan memiliki fanatisme kesukuan yang sangat tinggi. Sebagian besar orang Kurdi adalah beragama Islam, khususnya sunni. Saat ini mereka tinggal di wilayah yang termasuk kekuasaan Turki, Syiria dan Irak dan sebagian besarnya menghendaki kemerdekaan dari ketiga tersebut dengan mendirikan negara Kurdistan.</p>
<p>Sumber Bacaan:<br />
1.    Al-Faruqi, Isma&#8217;il Raji&#8217;. &amp; Lois Lamya al-Faruqi. 2001. Atlas Budaya Islam. Bandung: Mizan.<br />
2.    Burdah, Ibnu. 2008. Konflik Timur Tengah; Aktor, Isu, dan Dimensi Konflik. Yogyakarta: Tiara Wacana.<br />
3.    Drysdale, Alasdair dan Blake Gerald H. 1985. The Middle East and North Africa: Apolitical Geography. New York : Oxford University Press.<br />
4.    Garaudy, Roger. 1983. The Case of Israel: A Study of Political Zionism. London: Shorouk.<br />
5.    Hitti, Philip K. 2005. History of The Arabs. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta<br />
6.    Lenczowski, George. 1993. Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia. Terj. Asgar Bixby. Bandung: Sinar Baru Algresindo.<br />
7.    Sihbudi, Reza dkk. 1995. Profil Negara-Negara Timur Tengah. Jakarta: Pustaka Jaya.<br />
8.    Thohir, Ajid. 2009. Studi Kawasan Dunia Islam; Perspektif Etno-Linguistik dan Geo-Politik. Jakarta: Rajawali Press.<br />
9.    Syalabi, A. 1983. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Jakarta: Pustaka Alhusna.<br />
10.    www.ui.ac.id./kurdi.  Akses tanggal 27 April 2010<br />
11.    www.wikipediaindonesia.com/orang_berber. Akses tanggal 27 September 2010<br />
12.    Yatim, Badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=303&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/mengenal-etnis-etnis-di-timur-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Teori &#8216;Penis-Envy&#8217; Freud</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/mengenal-teori-penis-envy-freud/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/mengenal-teori-penis-envy-freud/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 02:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[penis-envy]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sigmund freud]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Terdapat banyak alasan yang dikemukakan untuk menguatkan &#8216;keniscayaan&#8217; dominasi laki-laki atas perempuan dalam kehidupan dunia ini. Alasan-alasan tersebut dimunculkan dalam beragam format dan dimensi, baik berupa budaya yang lazim disebut &#8216;patriarkhi&#8217; yang dikatakan para feminis sebagai faktor utama keterbelakangan perempuan, anggapan-anggapan &#8216;miring&#8217;  tentang perempuan seperti makhluk yang lemah dan lain sebagainya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=301&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.<br />
Terdapat banyak alasan yang dikemukakan untuk menguatkan &#8216;keniscayaan&#8217; dominasi laki-laki atas perempuan dalam kehidupan dunia ini. Alasan-alasan tersebut dimunculkan dalam beragam format dan dimensi, baik berupa budaya yang lazim disebut &#8216;patriarkhi&#8217; yang dikatakan para feminis sebagai faktor utama keterbelakangan perempuan, anggapan-anggapan &#8216;miring&#8217;  tentang perempuan seperti makhluk yang lemah dan lain sebagainya serta berupa teori yang dikatakan dihasilkan dari sebuah proses penelaahan ilmiah. Salah satu teori yang dianggap sebagai salah satu penguat superioritas laki-laki atas &#8216;imperioritas&#8217; perempuan adalah teori &#8216;penis-envy&#8217;.</p>
<p>Teori ‘penis-envy’ dikemukakan oleh Sigmund Freud (1856-1939), seorang ilmuan sosial asal Jerman dalam psikoanalisisnya. Menurut analisis Freud, ‘penis-envy’ atau kecemburuan penis ini terjadi ketika anak perempuan mengalami perubahan objek cinta dari ibu sebagai yang pertama menjadi kepada ayahnya dan kemudian kepada orang yang bercirikan sama dengan ayahnya. Transisi ini terjadi ketika anak perempuan menyadari bahwa ia tidak memiliki penis yang secara jelas terlihat, menonjol dan besar layaknya saudara laki-laki atau teman bermainnya. Segera saja anak perempuan memperbandingkan dengan organ seksnya yang kecil dan tersembunyi (klitoris) serta imperior jika dibandingkan penis yang superior. Hal ini terus berlanjut sampai perempuan dewasa sehingga Freud berkesimpulan bahwa perempuan itu diciptakan karena kecemburuan terhadap penis (penis-envy) yang dimiliki oleh laki-laki yang semakin menguatkan posisi dan perannya terhadap masyarakat, khususnya perempuan.<br />
Teori ini mendapat tanggapan yang luas di kalangan para pemikir, khususnya kalangan feminis. Di Amerika Serikat, analisis Freud ini direduksi hanya menyangkut organ biologis saja dimana perempuan tidak memiliki penis layaknya laki-laki sehingga memandang perempuan secara negatif. Sementara itu, Ernet Jones memahami analisis Freud ini dengan memfokuskan perhatian pada adanya organ penis yang dimiliki laki-laki sehingga ia menyebutnya dengan ‘Phallocentric’ yang semakin memunculkan perdebatan sengit di kalangan feminis mengenai dominasi laki-laki dalam masyarakat. Sementara itu, Julia Kristeva menganggap bahwa apa yang diungkapkan Freud ini tidak dapat diterima karena meskipun tidak memiliki penis seperti laki-laki, tetapi perempuan memiliki payudara yang istimewa dan juga memiliki sifat yang dimiliki penis. Sedangkan Juliet Mitchell melalui bukunya “Psycoanalysis and Feminism” (1975) mengatakan bahwa psikoanalisis Freud bukanlah ditujukan untuk mengokohkan sistem patriarkhi, tetapi merupakan sebuah analisis mengenai “the one” dan ia hendak menggambarkan representasi mental pada sebuah realitas sosial, bukan realitasnya sendirinya. Selain Mitchell, beberapa feminis Prancis lainnya juga berusaha meyakinkan sejumlah pihak bahwa yang dimaksudkan ‘penis’ dalam analisis Freud adalah sebuah konsep simbol dan bukan ‘penis’ dalam pengertian biologis karena ‘kata’ dalam pandangan Freud yang dikembangkan oleh Lacan dapat digunakan pada ranah sastra teologi dan antropologi dengan merujuk pada organ simbolik yang dimilikinya (power atau kekuatan).<br />
Sumber Bacaan :<br />
1.    Rosemarie Putnam Tong, Feminist Thought, (Yogyakarta: Jalasutra, 1998).<br />
2.    Raman Selden, A Reader’s Guide to Contemporary Literary Theory, (London: The Harvester Press Limited, 1985).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=301&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/mengenal-teori-penis-envy-freud/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aliran Sastra Arab Modern di Mesir: Madrasah Diwan</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/aliran-sastra-arab-modern-di-mesir-madrasah-diwan/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/aliran-sastra-arab-modern-di-mesir-madrasah-diwan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 02:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[aliran sastra]]></category>
		<category><![CDATA[diwan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Arab]]></category>
		<category><![CDATA[sastra arab modern]]></category>
		<category><![CDATA[sastra mesir]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah sastra arab modern]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Pengantar Bangsa Arab memang dikenal dengan kebiasaan mereka menggubah syair untuk mengekspresikan gejolak-gejolak hati mereka. Tradisi ini termotivasi oleh beberapa faktor di antaranya adalah lingkungan tempat tinggal mereka yang memang sangat mendukung dan juga karena bahasa mereka yang sesungguhnya juga sangat puitis. Dan yang tak kalah pentingnya adalah potensi sensitifitas &#8216;athifah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=299&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><strong>Pengantar</strong><br />
Bangsa Arab memang dikenal dengan kebiasaan mereka menggubah syair untuk mengekspresikan gejolak-gejolak hati mereka. Tradisi ini termotivasi oleh beberapa faktor di antaranya adalah lingkungan tempat tinggal mereka yang memang sangat mendukung dan juga karena bahasa mereka yang sesungguhnya juga sangat puitis. Dan yang tak kalah pentingnya adalah potensi sensitifitas &#8216;athifah yang tinggi yang mereka miliki sangat mendukung dalam melahirkan beragam karya sastra yang puitis dan menakjubkan.<br />
Dalam perjalanan sejarahnya, sastra Arab tidak timbul sekaligus dalam bentuknya yang sempurna. Akan tetapi sastra Arab mengalami perkembangan-perkembangannya secara sedikit demi sedikit dengan adanya inovasi-inovasi dalam setiap fase perkembangan yang dilaluinya. Adapun fase sejarah perkembangan sastra Arab dibagi menjadi masa jahiliyah, masa shadr al-Islam, Abbasiyyah, Turki Usmani dan masa modern.<br />
Dalam setiap periode perkembangan tersebut, sastra Arab mengalami inovasi yang membedakannya dengan periode lainnya. Pada fase modern khususnya, ternyata sastra Arab memiliki berbagai aliran sastra yang muncul silih berganti, baik karena motivasi kritikan terhadap model sastra yang muncul sebelumnya maupun karena untuk menyempurnakan aliran lainnya yang muncul dalam kurun waktu yang sama. Aliran-aliran sastra Arab yang mengemuka di masa modern tersebut adalah al-Muhāfizūn (Neo-Klasik), ad-Diwān, Apollo, Romantisme. Simbolisme dan yang terakhir adalah Hadītsah (modern).<br />
Permulaan fase modern dalam sejarah sastra Arab dimulai sejak pemerintahan Muhammad Ali di Mesir setelah hengkangnya Prancis yang cukup lama menganeksasi negeri piramida ini pada tahun 1801 atau sering disebut sebagai masa kebangkitan kedua sastra Arab. Meskipun secara umum tujuan penggubahan puisi pada masa ini masih sama seperti pada masa-masa sebelumnya yang masih berkaitan dengan pujian, membangkitkan semangat, kebanggaan, perumpamaan-perumpamaan dan mensifati sesuatu, akan tetapi telah mulai terbebas dari mengikuti metode penggubahan puisi yang terdapat pada masa Abbasiyah yang berlangsung dalam masa selama 60 tahun. Sejak permulaan abad ke-20 secara berangsur-angsur tema-tema yang sudah mendarah daging dalam sastra Arab di atas mulai ditinggalkan dan para sastrawan Arab mulai beralih pada tema-tema yang aktual dan relevan dengan kondisi terkini, seperti nasionalisme, humanisme dan persoalan-persoalan yang dihadapi bangsa Arab akibat adanya imperialisme yang membuat bentuk puisi Arab pun berubah menjadi berbentuk mursal dan bebas.<br />
Salah satu aliran yang muncul di masa modern yang perlu mendapat perhatian dan memiliki arti penting dalam khazanah sastra Arab modern, terutama di Mesir, adalah Diwān atau Madrasah Diwān. Tulisan berikut akan mencoba mengetengahkan paparan mengenai aliran sastra Arab modern yang satu ini. Tulisan berikut akan mencakup latar belakang kemunculannya, tokoh-tokoh yang menjadi pengusungnya dan karakteristik sastra Arab yang mengemuka dalam aliran sastra Arab modern ini.</p>
<p><strong>A. Latar Belakang Kemunculan Diwān</strong><br />
Sebagaimana diketahui bahwa sastra Arab pernah mengalami kevakuman atau tidak mengalami perkembangan yang signifikan pada masa Turki Usmani menguasai kawasan Arab dan sebagian besar dunia Islam lainnya. Tidak berkembangnya sastra Arab di masa ini karena adanya politik penguasa Turki Usmani yang tidak terlalu menaruh perhatian terhadap segala hal yang berkaitan dengan Arab yang menjadi wilayah kekuasaannya. Sebagai penguasa, Turki Usmani menerapkan kebijakan Turkiisasi atau menanamkan pengaruh Turki di setiap wilayah kekuasaannya, seperti bahasa Turki, tradisi Turki dan lain sebagainya. Hal ini berakibat pada bahasa dan sastra Arab yang cenderung tidak mengalami perkembangan yang berarti.<br />
Setelah beberapa kawasan Arab, seperti Mesir, diambil alih oleh Prancis yang memperkenalkan beragam perlengkapan modern seperti peralatan cetak serta model-model bahasa dan sastra yang baru maka lambat laun sastra Arab kembali menggeliat. Perkembangan sastra Arab mengalami perkembangan yang signifikan setelah hengkang Prancis dari bumi piramida pada tahun 1801dan disusul dengan naiknya Muhammad Ali sebagai penguasa Mesir. Karena perhatian Ali yang cukup besar terhadap ilmu pengetahuan, maka ia mengirimkan duta-duta Mesir untuk menimba beragam  ilmu pengetahuan di  berbagai negara Eropa seperti Prancis, Inggris dan Italia. Sekembalinya para pelajar tersebut ke Mesir, maka dimulailah beragam inovasi terhadap aneka ilmu pengetahuan yang termasuk di dalamnya sastra Arab. Dari sini geliat kebangkitan sastra Arab semakin menampakkan eksistensinya yang merupakan perpaduan dari proses panjang asimilasi dengan berbagai kebudayaan seperti Prancis dan Inggris (assimilation), penerjemahan beragam karya asing (translation), peniruan berbagai naskah asing (imitation) yang dilakukan oleh beragam pihak yang berkecimpung dalam dunia sastra Arab.<br />
Sejarah sastra Arab kemudian mencatat orang-orang seperti al-Barudi, Ahmad Syauqi dan Hafidz Ibrahim sebagai orang-orang pertama yang memperkenalkan inovasi-inovasi dalam sastra Arab. Tokoh-tokoh ini kemudian disebut sebagai pengusung aliran pertama dalam sastra Arab modern yang dikenal dengan nama Neo-Klasik. Kemunculan aliran ini menandai dimulainya sastra Arab berada dalam fase modernnya karena adanya beragam pengaruh dari luar sebagai hasil interaksi dengan banyak budaya dan tradisi, baik yang datang secara langsung karena penjajahan maupun yang dibawa oleh para duta Mesir yang menimba ilmu pengetahuan di Eropa.<br />
Meskipun demikian, beragam inovasi yang dimunculkan oleh para pengusung Neo-Klasik ternyata tidak sepenuhnya melepaskan mereka dari ikatan tradisi terhadap karya-karya pendahulu dalam penggubahan puisi, terutama dalam aspek metode (uslūb) dan bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, sebagai kritikan terhadap Neo-Klasik maka muncul aliran sastra Arab modern baru yang kemudian dikenal sebagai Diwān.</p>
<p><strong>B. Perkembangan Aliran Diwān</strong><br />
Upaya yang dilakukan kalangan Neo-Klasik dalam mengembangkan beragam inovasi dinilai tidak terlalu berarti bagi perkembangan sastra Arab modern, bahkan lebih jauh lagi kelompok ini justru dianggap sangat tradisional dan terlalu terikat dengan tradisi. Atas alasan inilah kemudian mengemuka tiga orang tokoh sastra Arab muda yang lebih banyak dipengaruhi oleh puisi-puisi Khalīl Mutrān (1872-1949), seorang sastrawan &#8216;mahjār&#8217; yang dianggap sebagai &#8216;penghancur&#8217; pola Qashīda yang menurutnya telah kehabisan potensi puitiknya dan harus diganti dengan bentuk-bentuk puisi yang lebih bebas dan sesuai dengan perkembangan zaman. Di samping keterpengaruhannya dengan Mutrān, ketiga tokoh ini juga diwarnai oleh para pujangga romantik dan kritikus Inggris, terutama Hazlitt dan Coleridge.<br />
Ketiga tokoh dimaksud adalah Abdurrahman Syukri, Mahmūd al-&#8217;Aqqād dan al-Māzini. Meskipun ketiganya tidak berada dalam satu pandangan yang bulat tentang inovasi yang harus dilakukan terhadap sastra Arab modern dan memiliki karakteristik yang berbeda antara satu dengan yang lain, namun setidaknya dalam beberapa aspek yang menjadi ciri dari aliran ini seperti redefenisi Syukri tentang puisi sebagai wijdān (emosi) mereka sepakat dan bahu membahu memperjuangkannya.<br />
Aliran Diwān yang diusung oleh Syukri, al-&#8217;Aqqād dan al-Māzini telah muncul dalam perbincangan sastra Arab modern sejak tahun 1900-1910. Meskipun demikian, aliran ini baru dikenal luas di kalangan pengkaji sastra Arab pada tahun 1921 melalui sebuah pamflet yang berjudul ad-Diwān Kitāb fī al-Adab wa an-Naqd. Penamaan aliran sastra Arab modern ini dengan &#8216;Diwan&#8217; kemungkinan berkaitan dengan judul pamflet yang menjadi media kemunculannya secara luas di kalangan sastrawan Arab sebagaimana di atas. Di samping itu, penamaan ini kemungkinan juga karena adanya kumpulan karya para pengusungnya yang disatukan dalam satu buku yang biasanya disebut Diwān atau antologi.<br />
Sebagai aliran yang muncul untuk melakukan kritikan terhadap aliran sastra Arab modern sebelumnya (Neo-Klasik), maka sanggahan pertama yang dilontarkan adalah pada aspek bahasa dan bentuk yang digunakan pendahulunya yang dinilai sangat tradisonal. Kemudian, kritikan kedua yang dialamatkan kepada kelompok Neo-Klasik adalah karena aliran pertama dalam sastra Arab modern dinilai banyak mengumpulkan tauriyah, kināyah dan jinās. Kritikan yang dilontarkan oleh Diwan terhadap Neo-Klasik sebagai pendahulunya ini kemudian dimuat dalam sebuah esai atau tulisan mereka yang berjudul &#8216;al-Fushūl&#8217;.<br />
Secara lebih terperinci, kritikan yang dilontarkan Diwān terhadap beragam upaya Neo-Klasik dalam mengembangkan sastra Arab modern dapat dikemukakan sebagaimana berikut ini, yaitu:<br />
1.    At-Tafakkuk, yaitu karya-karya sastra yang dihasilkan para pengusung Neo-Klasik dinilai tidak memiliki kesatuan tema.<br />
2.    Al-Ihālah, yaitu upaya yang dilakukan Neo-Klasik justru membuat makna puisi menjadi rusak karena berisikan sesuatu yang bombastis, tidak realistis dan tidak masuk akal atau irasional.<br />
3.    At-Taqlīd, yaitu karya-karya yang dihasilkan Neo-Klasik tidak lebih dari pengulangan apa yang sudah dilakukan oleh para sastrawan sebelumnya dengan cara membolak-balikkan kata dan makna.<br />
4.    Para pengusung aliran Neo-Klasik dinilai memiliki kecenderungan yang lebih mementingkan eksistensi dari pada substansi karya sastra yang dihasilkan.<br />
Di samping melontarkan beragam kritikannya terhadap Neo-Klasik sebagaimana dikemukakan di atas, para pengusung aliran Diwān juga menjelaskan persoalan-persoalan baru yang terdapat dalam puisi, kritik dan tulisan sastra. Hal ini dilakukan dengan cara membuat garis pemisah antara zaman sastra Arab klasik dan sastra Arab modern sehingga keduanya tidak memungkinkan untuk bertemu.<br />
Sebagai salah satu aliran sastra Arab modern, kelompok Diwān memiliki karakteristik yang sangat melekat pada mereka. Adapun karakteristik yang dapat membedakannya dengan kelompok sastra Arab modern lainnya adalah menolak kesatuan bait dan memberi penekanan pada kesatuan organis puisi, mempertahankan kejelasan, kesederhanaan dan keindahan bahasa puisi yang tenang, mengambil segala macam sumber untuk memperluas dan memperdalam persepsi dan sensitifitas rasa penyair. Di samping itu, karakteristik lainnya dari para pengusung aliran Diwān adalah berkaitan dengan tema-tema yang diangkat dalam karya-karya mereka. Tidak seperti aliran sebelumnya, tema-tema yang diangkat Diwān berkaitan persoalan-persoalan kontemporer seperti humanisme, nasionalisme, Arab, dan karya-karya yang dihasilkannya banyak dipengaruhi oleh romantisme dan model kritik Inggris.<br />
Dengan beragam kritikan yang dilontarkannya terhadap objek yang menjadi faktor kemunculannya, bukan berarti aliran Diwān terlepas dari kritikan pihak lainnya. Karena dalam perkembangan sastra Arab modern aliran ini lebih menonjolkan aspek kritik dan sanggahannya terhadap Neo-Klasik yang muncul terlebih dahulu, maka sesungguhnya lebih tepat dikatakan bahwa Diwān ini adalah aliran kritik. Atau dalam ungkapan lain dapat dikatakan bahwa para pengusung aliran ini lebih tepat disebut sebagai kritikus dari pada sebagai sastrawan atau penyair dalam upaya mereka memberi perubahan yang berarti bagi perkembangan apresiasi sastra. Hal ini karena ternyata terjadi perbedaan yang signifikan dari gagasan kesusasteraan mereka yang merupakan kritikan terhadap Neo-Klasik dengan realitas bahwa karya-karya sastra yang mereka hasilkan bernilai biasa-biasa saja.<br />
Aliran ini tidak berlangsung lama dalam khazanah sastra Arab modern karena para pengusungnya kemudian lebih memilih berkecimpung dengan model-model karya sastra yang lain, seperti novel, drama, makalah dan kajian-kajian sastra lainnya. Setelah para tokohnya perlahan-lahan mulai meninggalkan aliran ini, maka semakin tidak jelas tujuan sesungguhnya dari mengemukanya Diwān dalam sastra Arab modern. Kemunculan aliran ini tidak lebih dari hanya keinginan para tokohnya untuk melepaskan diri sistem persyairan Arab yang sudah selama ini, sedangkan hasil karyanya berupa puisi yang mengikuti model terdahulu dengan menambahkan beberapa aspek yang baru di dalamnya.</p>
<p><strong>C. Biografi Singkat Para Tokoh Diwān</strong><br />
1. Abdurrahman Syukri (1886-1958)<br />
Syukri dilahirkan di Port Said, Mesir pada tahun 1886. Pendidikan menengahnya ditempuh di Iskandariyah dan setelah menyelesaikan studinya, maka dilanjutkan di Sekolah Tinggi Guru di Kairo. Di pendidikan tinggi ini Syukri berhasil menggondol gelar kesarjanaannya pada tahun 1909 dan kemudian dilanjutkannya ke Inggris. Sekembalinya dari belajar di Inggris, Syukri mulai mengaktualisasikan pengetahuan-pengetahuan yang didapatnya di Inggris di tanah airnya, Mesir. Pada awalnya Syukri menyerukan perlunya perubahan sosial dalam masyarakat Mesir dengan mengetengahkan beragam keyakinannya mengenai kemajuan ilmu pengetahuan dan rasionalisme.<br />
Kemunculannya yang paling diingat, terutama dalam khazanah sastra Arab modern, adalah kritikan yang dilontarkannya kepada Ahmad Syauqi dan Hafiz Ibrahim yang dinilainya telah merampas nilai intuisi penyair kebanyakan dan karya-karya yang dihasilkan kedua tokoh Neo-Klasik ini tidak lebih dari hanya terbatas pada bentuk-bentuk perbandingan (maqshūr &#8216;alā at-tasybīhāt). Kritikan-kritikan yang dikemukakannya ini dimuat dalam bagian pendahuluan koleksi kelimanya pada tahun 1916. Tidak cukup sampai di situ, Syukri juga melontarkan kritikannya terhadap jenis puisi ijtimā&#8217; atau puisi yang disesuaikan dengan kejadian sekitar seperti adanya kunjungan raja, kebakaran dan lain sebagainya. Bagi Syukri, puisi model seperti ini tidak bernilai apa-apa karena inovasi yang diperlukan dalam puisi Arab modern adalah puisi yang mencerminkan kehidupan terkini dan benar-benar mengekspresikan perasaan penyairnya.<br />
Sebagaimana layaknya para tokoh yang memiliki karya paripurna yang membuatnya selalu dikenal, maka puncak ketokohan Syukri dalam khazanah sastra Arab modern adalah pemikirannya mengenai redefenisi puisi. Menurut Syukri, puisi itu adalah wijdān atau emosi dimana konsepsi emosional tentang citarasa menjadi faktor yang penting dalam menentukan hakekat dan fungsi suatu puisi. Inovasi yang didengungkan oleh Syukri ini kemudian dikenal sebagai salah satu karakteristrik aliran sastra Arab modern yang dikenal dengan nama Diwān.</p>
<p>2. &#8216;Abbās Mahmūd al-&#8217;Aqqād (1889-1973)<br />
Al-&#8217;Aqqād, demikian ia biasa dikenal, dilahirkan di Aswān dari ayah yang seorang asli Mesir dan ibu yang seorang Kurdi. Pada awalnya, al-&#8217;Aqqād dikenal dalam dunia sastra Arab modern sebagai penyair pembaharu yang karya-karya yang dihasilkannya memperlihatkan ketidak-terikatan dengan ikatan tradisi yang sudah ada sebelumnya. Di samping menggubah puisi, al-&#8217;Aqqād juga dikenal dengan novel setengah biografinya yang berjudul Sarah.<br />
Seperti halnya Syukri, al-&#8217;Aqqād juga melontarkan beragam kritikan terhadap upaya Neo-Klasik dalam sastra Arab modern. Menurut al-&#8217;Aqqād, kalangan Keo-Klasik seringkali menggunakan puisi-puisi klasik, padahal di era modern ini karya-karya tersebut tidak relevan lagi untuk diketengahkan. Di samping itu, lontaran kritikan al-&#8217;Aqqād terhadap Neo-Klasik juga dialamatkan pada tema atau topik yang diangkat, dimana menurutnya puisi modern tidak harus mengangkat tema-tema sebagaimana yang ada dalam karya-karya sastra klasik.<br />
Setelah cukup lama bergelimang dengan beragam lontaran kritik dan bersinggungan dengan dunia sastra, maka pada tahun-tahun belakangan menjelang wafatnya, al-&#8217;Aqqād lebih banyak menghabiskan waktunya dengan menulis buku yang sebelumnya tidak pernah ia sentuh. Jika dahulu ia menghabiskan waktunya untuk menulis puisi dan novel, maka di tahun-tahun akhir hidupnya ia banyak menulis buku yang berkaitan dengan keislaman.</p>
<p>3. al-Māzini (1890-1949)<br />
Nama lengkapnya adalah Ibrāhim Abdul Qādir al-Māzini atau yang biasa dikenal dalam perbincangan sastra Arab modern dengan nama al-Māzini. Seperti halnya al-&#8217;Aqqād, al-Māzini juga pada awalnya memang dikenal sebagai penyair yang berusaha melepaskan diri dari ikatan tradisi puisi Arab yang telah ada di masa-masa sebelumnya. Inspirasi yang memotivasinya untuk melakukan sesuatu yang berbeda dalam penggubahan puisi tersebut adalah buku Arabian Night serta buku-buku pemikiran post-klasik seperti Bahā&#8217; ad-Dīn Zuhayr dan Ibnu Farid. Pada mulanya ia lebih menyukai menulis risalah (esai), akan tetapi pada tahun 1928 al-Mazini menemukan dirinya sebagai pengarang cerita pendek yang dikenal serba jenaka. Di antara karya sastra yang sukses ditelorkannya dan menjadi salah satu karya penting dalam penulisan sastra Arab modern adalah Ibrāhim al-Khātib yang ditulis pada tahun 1930 dan selanjutnya karyanya yang lain berjudul Zaynab.<br />
Sebagai salah satu pengusung aliran Diwān bersama dua tokoh lainnya, al-Māzini juga melontarkan kritikannya terhadap Neo-Klasik. Menurutnya, satu hal yang selalu ia sesalkan dari upaya kelompok Neo-Klasik dalam perkembangan sastra Arab modern adalah tindakan Hafiz Ibrahim yang telah melakukan penjiplakan puisi. Lebih dari itu, menurut al-Māzini sesungguhnya Ibrahim bukanlah seorang sastrawan atau penyair. Oleh karena itu, agar apa yang dilakukan oleh Ibrahim tidak terus terulang maka al-Māzini sangat menekankan orisinalistas puisi yang bersifat objektif yang menurutnya tidak akan dapat dijumpai pada karya-karya klasik.</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Al-Hāsyimi, Sayyid Ahmad. 1965. <em>Jawāhir al-Adab</em>. Mesir:  Dār al-Fikr al-&#8217;Arabi. Cetakan ke-26.<br />
Andangdjaya, Hartojo. 1983.  <em>Puisi Arab Modern</em>. Jakarta: Pustaka Jaya.<br />
Audah, Ali. 1996. <em>Sastra Arab Mutakhir</em>, Jurnal Ulumul Qur&#8217;an, No. 2 VII/1996.<br />
Al-Iskandāry, Ahmad. dan Musthafā Anāny. TT. <em>al-Wāsith fī al-Adab al-&#8217;Araby wa Tārīkhihi</em>. Mesir: Dār al-Ma&#8217;ārif.<br />
Allen, Roger. 2008. <em>Arab Dalam Novel</em>. Yogyakarta: E-Nusantara.<br />
Brugman, J. 1984. <em>An Introduction to The History of The Modern Arabic Literature in Egypt</em>. Leiden: EJ. Brill.<br />
Farrūkh, Umar. 1969. <em>al-Manhāj al-Jadīd fī al-Adab al-&#8217;Araby</em>. Beirut: Dār al-&#8217;Ilm li al-Malāyīn.<br />
Gufron, Muhammad. 1979. <em>Kesusastraan Arab Modern</em>. Surabaya: IAIN Sunan Ampel.<br />
Tasnimah, Tatik Maryatut. 2000. <em>Fenomena Kritik Sastra Arab</em>. Yogyakarta:  Jurnal Fakultas Adab  &#8216;Thaqafiyyat&#8217;. Volume I No. 01, Juli-Desember 2000.<br />
Zayyāt, Ahmad Hasan. TT. <em>Tārīkh Adab al-Araby</em>. Kairo: Dār an-Nahdhah. Cetakan ke-25.<br />
Zaidān, Jurji. TT. <em>al-Adab al-Lughah al-&#8217;Arābiyyah</em>. Beirut: Dār al-Fikr. Jilid II. Juz IV.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/299/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/299/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=299&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/04/05/aliran-sastra-arab-modern-di-mesir-madrasah-diwan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menilik Gejolak Timur Tengah: Kemarahan Massa di Tengah Keterpurukan Hidup</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2011/02/01/menilik-gejolak-timur-tengah-kemarahan-massa-di-tengah-keterpurukan-hidup/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2011/02/01/menilik-gejolak-timur-tengah-kemarahan-massa-di-tengah-keterpurukan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 13:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Arab]]></category>
		<category><![CDATA[Mesir]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Tunisia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Aksi Anti Pemerintah di Timur Tengah Sekitar dua pekan yang lalu, tepatnya 18 Januari 2011, sebuah negara yang terletak di kawasan Afrika Utara mengalihkan segenap pikiran dan pasang mata dunia untuk memfokuskan perhatian ke salah satu negara Arab tersebut. Ya, Tunisia untuk kesekian kalinya menorehkan sejarah dunia atas ‘kesuksesan’ masyarakatnya dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=293&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><strong>Aksi Anti Pemerintah di Timur Tengah</strong><br />
Sekitar dua pekan yang lalu, tepatnya 18 Januari 2011, sebuah negara yang terletak di kawasan Afrika Utara mengalihkan segenap pikiran dan pasang mata dunia untuk memfokuskan perhatian ke salah satu negara Arab tersebut. Ya, Tunisia untuk kesekian kalinya menorehkan sejarah dunia atas ‘kesuksesan’ masyarakatnya dalam menggulingkan pemerintahan yang dianggap ‘diktator’ dan hanya bisa menyengsarakan rakyatnya selama bertahun-tahun. Apa yang dilakukan masyarakat Tunisia tentu mengingatkan kita akan peristiwa serupa yang terjadi seantero dunia di banyak negara, seperti Iran pada tahun 1979 yang berujung pada tumbangnya Shah Reza dari singgasana monarki absolutnya dan naiknya pemerintahan para mullah yang dipimpin oleh Ayatullah Ruhullah Khomaini atau yang dikenal dengan Revolusi Islam Iran. Aksi massa dalam upaya menggulingkan kekuasaan Presiden Ben Ali memang membuat masyarakat dunia terkejut karena sebagaimana banyak dikatakan oleh para pengamat, negara di tepian Mediterania sebenarnya jauh dari ‘nuansa’ revolusi rakyat atau kudeta layaknya di negara-negara tetangganya, seperti Mesir, Aljazair dan lain-lain. Namun demikian, apa yang diperkirakan banyak orang ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan ril di negeri ini. Meskipun memakan korban jiwa dalam jumlah yang cukup banyak, akhirnya kekuatan massa rakyat Tunisia dengan dukungan beragam komponen oposisi berhasil mengakhiri kekuasaan hampir tiga dekade Ben Ali. Hingga saat ini, meskipun Ben Ali telah lengser dan mengasingkan diri di Arab Saudi, pergolakan rakyat Tunisia masih terus terjadi karena tuntutan lainnya yaitu pembersihan secara total anasir-anasir Ben Ali dalam pemerintahan Tunisia masih terus dilalakukan.<br />
Seakan terinspirasi dengan apa yang dilakukan saudaranya di Tunisia, karena sesungguhnya kedua negara adalah negara Arab dan sebagian besar rakyatnya adalah orang-orang Arab, rakyat Mesir pun menyuarakan hal yang sama. Dipicu oleh tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian yang melakukan tindakan semena-mena terhadap seorang pedagang kaki lima di Ismailiyah (salah satu kota di Mesir), mulailah gelombang demonstrasi menuntut pemerintah di jalan-jalan berbagai kota di Mesir, baik Iskandariah, Ismailiyah, Suez maupun ibukota Kairo sendiri. Hingga saat ini upaya yang dilakukan rakyat Mesir telah hampir mencapai tujuan akhirnya, penggantian pemerintahan Hosni Mubarak yang telah memerintah negeri piramid ini selama hampir 30 tahun, karena pusat ibukota Kairo telah berada di bawah kontrol massa demontstran yang didukung penuh kelompok oposisi.<br />
Apa yang dilakukan masyarakat Tunisia ternyata tidak hanya menginspirasi Mesir saja, tetapi juga di berbagai negara Arab lainnya, baik di Afrika Utara maupun semenanjung Arab. Demonstrasi anti pemerintah juga disuarakan di Yordania, Yaman dan yang terkini terjadi juga di Sudan. Meskipun demonstrasi-demonstrasi di kedua negara tersebut di atas tidak seperti yang terjadi di Tunisia dan Mesir yang memakan korban jiwa dan beragam peristiwa lainnya, namun hal ini cukup menyadarkan banyak pihak bahwa aksi-aksi anti pemerintah telah menyebar di berbagai kawasan Timur Tengah dengan satu faktor pemicu, yaitu ketidakpuasan atas kinerja pemerintah dalam memimpin rakyatnya. Aksi-aksi anti pemerintah di berbaagai negara ini tentu mengkhawatirkan banyak pemimpin negara, terutama yang menganut sistem pemerintahan absolut, seperti Arab Saudi dan langkah menghapusan kata ‘Mesir’ dari internet di China.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Memimpin Dalam Waktu Lama dan Keterpurukan Rakyat</strong><br />
Melihat begitu intensifnya gejolak sosial-politik di Timur Tengah, maka menarik untuk mengetahui apakah faktor yang melatarbelakangi hal ini terjadi. Sebagaimana diketahui bahwa negara-negara Timur Tengah menganut sistem pemerintahan demokrasi absolut dimana para kepala negaranya memiliki masa kekuasaan yang seakan tak terbatas meskipun dipilih secara ‘demokratis’, kecuali Iran yang demokratis dan negara-negara Teluk yang memang monarki absolut serta Yordania yang belakangan ini menganut sistem monarki konstitusional. Dengan kekuasaan yang besar dan tanpa batas layaknya dalam sistem monarki absolut, para kepala negara Timur Tengah (seperti Mesir, Tunisia dan Yaman) menjalankan pemerintahan sesuai keinginan mereka. Meskipun negara-negara ini mempunyai perangkat yang disyaratkan dalam sistem demokrasi seperti partai politik dan pemilu, namun semuanya tidak lebih hanya sebagai hiasan belaka. Kelompok oposisi dan media massa netral yang lazim dalam sebuah iklim demokrasi hampir tak tidak ada, bahkan cenderung ditiadakan. Hal ini misalnya mengemuka dengan pelarangan Ikhwanul Muslimin dalam perpolitikan Mesir dan partai Islam lainnya di Tunisia dan Aljazair.<br />
Dengan wewenang kekuasaan yang besar dan tanpa ada kontrol yang kuat dari oposisi dan media massa, maka para pemimpin di Timur Tengah (utamanya di Mesir dan Tunisia) dengan leluasa dapat menjalankan kekuasaannya. Celakanya, ‘kebijakan-kebijakan’ yang ditempuh para penguasa tersebut seringkali bertentangan dengan aspirasi masyarakatnya, bahkan membuat kehidupan mereka menjadi tidak lebih baik dari waktu ke waktu. Di Tunisia, misalnya, meskipun pendapatan perkapita penduduknya termasuk yang terbesar di Afrika Utara dan bahkan di Timur Tengah ($ 7.000), namun fakta yang sesungguhnya masih banyak rakyat Tunisia yang miskin dan terpuruk. Keberhasilan ekonomi yang didengungkan Ben Ali selama pemerintahannya terbukti hanya dinikmati sebagian kecil kelompok dalam masyarakat, alias keberhasilan ekonomi makro saja. Sementara sebagain besar rakyat Tunisia masih bergelimang dengan kemiskinan, keterpurukan, pengangguran dan lain sebagainya. Sedangkan di Mesir, secara ekonomi memang termasuk negara dengan pendapatan perkapita yang kecil di antara negara-negara Timur Tengah karena pendapatan negara lebih bertumpu pada sektor pariwisata dan bantuan finansial Amerika Serikat ($ 2.5 Milyar pertahun). ‘Kemurahan hati’ penguasa Negeri Paman Sam tentu tidak gratis karena Mesir harus menjadi perpanjangan tangan Amerika di Timur Tengah. Hingga saat ini Mesir menjadi salah satu dari segelintir negara Islam dunia yang menjalin hubungan diplomatik dengan ‘anak emas’ Amerika di Timur Tengah, Israel, di samping Tunisia, Yordania dan Turki. Berbagai kebijakan ‘Barat’ yang diterapkan penguasa ini bertentangan dengan keinginan dan kehendak serta menyengsarakan rakyat, akan tetapi suara-suara oposisi tersebut selalu dibungkam oleh penguasa dengan beragam cara.<br />
Meskipun beragam suara penentangan rakyat dibungkam dengan beragam cara oleh penguasa, namun ketika sebagian besar rakyat sudah membulatkan tekad maka penguasa pun tidak dapat bertindak banya. Ben Ali yang telah berkuasa di Tunisia selama hampir 30 tahun akhirnya bertekuk lutut dan harus mengungsi ke Arab Saudi setelah sebelumnya ditolak suakanya oleh Prancis. Hal yang sama bukan tidak mungkin terjadi dengan Hosni Mubarak yang juga sudah berkuasa cukup lama di Mesir akibat keinginan kuat rakyat untuk melengserkannya. Barat yang dimotori Amerika Serikat yang selama ini menjadi tuan bagi para penguasa tersebut kini berlepas tangan, bahkan cenderung mendukung upaya penggantian kepemimpinan di berbagai negara Timur Tengah tersebut. Mungkin dalam benak para pemimpin Barat, para penguasa Timur Tengah tersebut memang sudah tidak layak dibela lagi karena tidak lagi memiliki manfaat signifikan bagi kepentingan Barat di kawasan ini. Lihatlah seruan yang meluncur dari mulut mentri luar negeri Amerika Hillary Clinton yang menyerukan Mubarak bersikap arif terhadap para demonstran, begitu juga para pemimpin Barat yang bergabung dalam Uni Eropa. Dengan demikian, tidak ada pilihan lain bagi para penguasa Timur Tengah yang digugat rakyatnya kecuali mundur dan mengungsi ke luar negeri atau menghadapi pengadilan dari rakyatnya sendiri yang tidak jarang berakhir dengan kematian.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Problem Pasca Mundur dan Konflik Berbagai Kepentingan</strong><br />
Setelah Ben Ali lengser dari tampuk pemerintahannya, ternyata masalah yang dihadapi rakyat Tunisia tidak lantas selesai. Permasalahan yang mengemuka kini adalah mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan kursi presiden yang ditinggalkan Ben Ali. Dengan kebijakan pemberangusan parpol dan tokoh oposisi yang diterapkan Ben Ali kini berdampak pada ketiadaan tokoh yang dianggap layak dan didukung oleh rakyat Tunisia. Beberapa tokoh yang pernah terusir dari Tunisia, seperti pemimpin Islam Rashed Ghenauchi, memang telah kembali dari pengasingannya di luar negeri, namun apakah kehadiran mampu mendulang dukungan dari rakyat. Meskipun pemerintahan masih berjalan dibawah kepemimpinan perdana menteri, namun jabatan presiden yang kini lowong pasca tergulingnya Ben Ali harus segera diisi.<br />
Di tengah kekosongan kepemimpinan ini tentu beragam kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri, akan bermain. Kelompok feminis, misalnya, menghendaki agar kepemimpinan Tunisia di masa depan bukan dijabat oleh kelompok Islam karena mereka tidak menghendaki sistem-sistem Islam yang selama ini banyak disuarakan. Kelompok Islam yang selama ini dikooptasi pemerintah tentu merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk memimpin Tunisia sesuai dengan prinsip-prinsip Islam yang mereka anut. Dari luar negeri tentu datang dari Amerika Serikat dan Israel yang sangat berkepentingan untuk terus menghegemoni kekuatan Islam di berbagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam. Sinyal ini bahkan telah ditangkap oleh presiden Iran, Ahmadinejad, yang mengultimatum Amerika dan Barat untuk tidak campur tangan di Tunisia dan khususnya Lebanon yang kini dipimpin oleh perdana mentri yang berasal dari Hizbullah yang representasif negeri para mullah ini.<br />
Hal yang sama akan terjadi pula di Mesir jika kelak Mubarak mundur dari jabatan presidennya. Sama seperti Tunisia, Mesir juga tidak memiliki tokoh yang dapat diterima dan mendapat dukungan luas dari masyarakatnya karena ‘kebijakan’ pemberangusan parpol dan tokoh oposisi di masa-masa pasca penggulingan Raja Faruk dari sistem monarki Mesir pada tahun 1952. Ikhwanul Muslimin yang selama ini menjadi kelompok oposisi pemerintah terbesar dan didukung penuh rakyat juga tidak memiliki sosok pemimpin yang besar layaknya di masa lalu seperti yang ada pada pribadi Hassan al-Banna atau Sayyid Qutb. Begitu juga institusi al-Azhar yang telah lama dikooptasi pemerintah sehingga hanya memfokuskan diri pada pendidikan dan pengajaran di kampus-kampus universitas tertua di dunia Islam tersebut. Problem pelik yang menghinggapi Mesir jika kelak Mubarak mundur adalah kemungkinan peranan aktif dan agresif yang akan dimain Amerika dan Israel dalam pemerintahan Mesir. Bagaimana pun juga, Mesir memiliki posisi yang sangat strategis untuk menjaga eksistensi dominasi Barat (Amerika) di Timur Tengah dan memastikan keamanan Israel di tengah tetangga-tetangga Arabnya. Hal ini, misalnya, tampak dengan pengarahan perdana mentri Israel kepada para diplomatnya di Mesir agar berusaha sekuat tenaga mempertahankan eksistensi Mubarak sebagai presiden Mesir. Israel dan Barat tentu sangat berkepentingan dengan Mesir yang tetap lunak dan bersahabat dengan Barat dan Israel karena selama ini negara ini menjadi bamper dan perpanjangan tangan kepentingan Barat di Timur Tengah. Jika sampai kepemimpinan Mesir kelak berada dalam genggaman kekuatan Islam, maka bagi Barat adalah ancaman besar bagi kepentingan mereka di kawasan ini. Wallahu A’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/293/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/293/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=293&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2011/02/01/menilik-gejolak-timur-tengah-kemarahan-massa-di-tengah-keterpurukan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kesetaraan Laki-Laki dan Perempuan Dalam Islam</title>
		<link>http://roedijambi.wordpress.com/2010/12/04/kesetaraan-laki-laki-perempuan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://roedijambi.wordpress.com/2010/12/04/kesetaraan-laki-laki-perempuan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Dec 2010 04:04:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pahrudin HM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Feminisme]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://roedijambi.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Pahrudin HM, M.A. Pengantar Isu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan yang dijalani oleh kedua entitas ini senantiasa hangat dibicarakan. Satu pihak menganggap bahwa bahwa laki-laki dan perempuan tidak setara karena keduanya dibedakan oleh peran yang dilakoni keduanya, laki-laki berperan di sektor publik dan perempuan berada di sektor domestik, sementara pihak yang lainnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=286&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Pahrudin HM, M.A.</p>
<p><strong>Pengantar</strong></p>
<p>Isu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan yang dijalani oleh kedua entitas ini senantiasa hangat dibicarakan. Satu pihak menganggap bahwa bahwa laki-laki dan perempuan tidak setara karena keduanya dibedakan oleh peran yang dilakoni keduanya, laki-laki berperan di sektor publik dan perempuan berada di sektor domestik, sementara pihak yang lainnya (yang lebih dikenal sebagai feminis) beranggapan bahwa sesungguhnya kedua jenis kelamin ini berada pada posisi yang setara. Beberapa kalangan feminis menyatakan bahwa anggapan ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan mengemuka karena faktor budaya yang mengelilingi manusia. Budaya patriarkhi yang diciptakan laki-laki untuk semakin menguatkan posisinya untuk terus mensubordinasi perempuan untuk kepentingan laki-laki.</p>
<p>Di samping faktor budaya, agama juga dituding menjadi &#8216;biang&#8217; terus tidak berdayanya perempuan. Beragam ajaran agama dianggap sangat tidak mendukung eksistensi perempuan, kecuali hanya untuk &#8216;mendukung&#8217; superioritas laki-laki. Tulisan berikut akan mencoba memotret bagaimana konsep Islam, sebagai salah satu agama yang banyak dipeluk oleh masyarakat dunia, dalam memandang perempuan, terutama dalam hubungannya dengan isu kesetaraan peran yang banyak dilontarkan dalam diskursus feminisme. Paparan berikut akan mengambil rujukan kepada ayat-ayat al-Qur&#8217;an dan hadits-hadits Nabi yang secara khusus berbicara tentang peran perempuan dan seringkali dijadikan acuan kalangan yang menolak kesetaraan perempuan dengan laki-laki.</p>
<p><strong>Islam dan Perempuan</strong><br />
Islam adalah salah satu agama yang dikategorikan sebagai agama samawi, diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada sekitar 14 abad yang lalu di kawasan Arab, atau tepatnya Saudi Arabia saat ini. Setelah melalui serangkaian periode, seperti masa-masa kesulitan di Mekah dan peristiwa hijrah ke Madinah, maka akhirnya Islam mendapatkan era kejayaannya dengan tersebarnya agama ini ke segenap penjuru Arab. Bahkan, setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW dan melalui para sahabat dan beragam kekhalifahan Islam, agama ini telah dipeluk oleh orang-orang yang non-Arab dan berada di berbagai wilayah yang sangat luas mencakup Asia, Afrika dan Eropa. Sebagai sebuah agama, Islam memiliki sumber rujukan yang menjadi tuntunan bagi para pemeluknya, yaitu al-Qur’an dan Hadits. Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang berisikan tuntunan bagi kaum muslimin sedangkan Hadits adalah ucapan dan perilaku Nabi Muhammad SAW selama hidupnya dalam memimpin umatnya.<br />
Perempuan menjadi salah satu tema penting dalam ajaran Islam karena di samping laki-laki, perempuan juga memiliki peranan yang tidak kalah signifikannya dalam agama ini. Hal ini, misalnya, mengemuka dalam beberapa ayat al-Qur’an yang secara khusus membicarakan tentang perempuan, bahkan salah satu nama suratnya adalah an-Nisā’ yang berarti perempuan. Namun demikian, bagaimana sesungguhnya konsep Islam mengenai perempuan?<br />
Ajaran Islam yang bersumber dari al-Qur’an memiliki konsep mengenai perempuan, terutama dalam konteks kesetaraannya dengan laki-laki yang menjadi tema sentral diskursus feminisme. Beragam ayat al-Qur’an mengungkapkan bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama berposisi sebagai hamba Allah SWT yang menjadi tujuan penciptaan dan keberadaannya di muka bumi. Hal ini misalnya dapat ditemukan dalam Surat al-‘Āriyāt ayat 56:<br />
وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون</p>
<p>Dari ayat ini dapat diketahui bahwa eksistensi manusia, baik laki-laki maupun perempuan di dunia adalah untuk tujuan mengabdi sebagai hamba Allah. Dengan demikian, perempuan memiliki posisi yang setara dengan laki-laki untuk menjadi hamba Allah melalui pengabdiannya selama menjalani kehidupannya. Jika seorang perempuan berbuat takwa maka ia akan mendapatkan balasan kebaikan sebagaimana halnya juga laki-laki dan demikian pula sebaliknya. Hal ini sebagaimana tercermin dalam firman Allah SWT dalam Surat an-Nahl ayat 97:<br />
من عمل صالحا من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فلنحيينه حياة طيبة ولنجزينهم أجرهم بأحسن ما كانوا يعملون</p>
<p>Konsep Islam yang kedua adalah perempuan dan laki-laki sama-sama berposisi sebagai khalifah di muka bumi. Di samping eksistensinya untuk mengabdi kepada Tuhan sebagai penciptanya, perempuan bersama laki-laki juga berfungsi sebagai penguasa (khalifah) yang memelihara dan memanfaatkan bumi untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat al-An’ām ayat 165:<br />
وهو الذي جعلكم خلائف في الأرض ورفع بعضكم فوق بعض درجات ليبلوكم في ما آتاكم إن ربك سريع العقاب وإنه لغفور رحيم.<br />
Dalam ayat lain di Surat al-Baqarah ayat 30, Allah juga berfirman sebagaimana berikut ini:<br />
وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم ما لا تعلمون.<br />
Berdasarkan kedua ayat di atas dapat diketahui bahwa peran sebagai penguasa bumi adalah milik laki-laki dan perempuan dengan tanpa membeda-bedakan keduanya. Hal ini karena penyebutan kata ‘khalifah’ yang berarti penguasa tidak merujuk pada salah satu jenis kelamin, laki-laki misalnya, tetapi mencakup keduanya (laki-laki dan perempuan).<br />
Konsep Islam yang ketiga adalah laki-laki dan perempuan secara bersama-sama memikul tanggungjawab dan mendapatkan perjanjian yang luhur dengan Allah. Menjelang seorang anak manusia lahir ke dunia, Allah mengadakan perjanjian luhur dan suci dengan calon penguasa dan penghuni bumi ini sebagaimana firman Allah dalam Surat al-A’rāf ayat 172:<br />
وإذ أخذ ربك من بنى آدم من ظهورهم ذريتهم وأشهدهم على أنفسهم ألست بربكم قالوا بلى شهدنا أن تقوالوا يوم القيامة إنا كنا عن هذا غافلين.</p>
<p>Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa laki-laki dan perempuan sama-sama memikul amanah dan tanggungjawab primordial dengan pengakuan akan keTuhanan Allah yang kelak dibawanya dalam kehidupan dunia.<br />
Konsep Islam yang keempat adalah laki-laki dan perempuan sama-sama berperan aktif dalam peristiwa ‘terusirnya’ manusia dari surga yang mewujud dalam aktivitas Adam dan Hawa. Dalam tradisi yang berkembang di masa pra Islam (Yahudi dan Kristen) dikatakan bahwa perempuan memikul beban dosa karena menjadi penyebab atau berperan aktif dalam perbuatan dosa (memakan buah khuldi) sebagaimana yang dilakukan oleh Hawa. Hal ini pula yang menyebabkan perempuan dalam tradisi pra Islam tidak mendapatkan posisi yang baik dalam hubungannya dengan laki-laki. Namun demikian, al-Qur’an menegaskan bahwa Adam (laki-laki) dan Hawa (perempuan) sama-sama memiliki andil dan berperan dalam perbuatan dosa di surga yang berujung pada ‘terusirnya’ keduanya dari tempat yang penuh kenikmatan tersebut. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Islam tidak mengenal dosa warisan dan tidak menempatkan salah satu jenis kelamin lebih baik dibandingkan yang lainnya. Hal ini sebagaimana firman-firman Allah dalam al-Qur’an berikut ini:<br />
وقلنا يا آدم اسكن أنت وزوجك الجنة وكلا منها رغدا حيث شئتما ولا تقربا هذه الشجرة فتكونا من الظالمين (البقرة: ۳٥)<br />
فوسوس لهما الشيطان ليبدي لهما ما ووري عنهما من سوآتهما وقال ما نهاكما ربكما عن هذه الشجرة إلا أن تكونا ملكين أو تكونا من الخالدين. (الأعراف: ٢٠).<br />
فدلاهما بغرور فلما ذاقا الشجرة بدت لهما سوآتهما وطفقا يخصفان عليهما من ورق الجنة وناداهما ربهما ألم أنهاكما عن تلكما الشجرة وقل لكما إن الشيطان لكما عدو مبين. (الأعراف: ٢٢).</p>
<p>Dari ayat-ayat di atas dapat dipahami bahwa Adam dan Hawa bersama-sama tingggal di surga, kemudian keduanya secara bersama-sama terperdaya oleh godaan setan untuk memakan buah larangan Allah dan keduanya secara bersama-sama pula terusir dari surga dan mengembangkan keturunan di bumi. Dengan demikian, sangat tidak mendasar mengatakan bahwa perempuan memikul dosa warisan karena peran aktif Hawa dalam perbuatan dosa sehingga menempatkan perempuan berada dalam posisi subordinat dan laki-laki sebagai superior. Hal ini karena redaksi al-Qur’an yang disampaikan Allah menggunakan kata ganti untuk dua orang (هما) yang mengisyaratkan bahwa segala aktivitas di surga dilakukan oleh keduanya secara aktif.<br />
Konsep Islam yang terakhir mengenai perempuan adalah kedua jenis kelamin ini sama-sama memiliki kesempatan untuk meraih prestasi. Terdapat banyak ayat al-Qur’an yang mengisyaratkan bahwa potensi berprestasi bukanlah monopoli laki-laki, akan tetapi perempuan pun memiliki peluang yang sama. Hal ini, misalnya, sebagaimana firman Allah dalam Surat an-Nisā’ ayat 124:<br />
ومن يعمل من الصالحات من ذكر أو أنثى وهو مؤمن فأولئك يدخلون الجنة ولا يظلمون نقيرا</p>
<p>Meskipun secara tegas Allah SWT mengungkapkan konsep kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, namun demikian masih banyak masyarakat muslim yang justru berpandangan sebaliknya. Perempuan yang seharusnya ditempatkan setara, justru diletakkan dalam posisi subordinat dan berada dibawah kekuasaan laki-laki yang dianggap superior. Kondisi ini diyakini oleh banyak kalangan karena kesalahan pemahaman atas beberapa teks agama, baik al-Qur’an maupun Hadis Nabi yang seringkali dimaknai oleh kalangan feminis sebagai missogini atau hadits yang ‘membenci’ perempuan. Untuk menyebut beberapa teks agama yang dijadikan ‘senjata’ untuk menempatkan perempuan dalam posisi subordinat dan memperlakukan laki-laki sebagai superior adalah di antaranya: Surat an-Nisā’: 1 dan 34,  serta Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar dan Abu Bakrah.<br />
يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء (النساء: ١)</p>
<p style="text-align:left;">Argumentasi yang dikemukakan untuk menempatkan perempuan dalam posisi subordinat adalah ayat di atas, terutama yang digaris bawah yang berarti: Dan darinya Allah menciptakan pasangannya. Ayat ini dipahami oleh banyak kaum muslim sebagai dalil yang menguatkan asumsi bahwa perempuan itu diciptakan Allah dari salah satu organ tubuh (tulang rusuk) Adam. Dengan demikian, menurut anggapan ini, selayaknyalah perempuan menempatkan posisi berada di bawah laki-laki yang berada lebih tinggi dan terhormat darinya. Perempuan adalah bagian dari diri laki-laki, tanpa laki-laki maka tidak aka nada perempuan dalam kehidupan ini.<br />
Namun demikian, penafsiran ini ditolak oleh kalangan feminis seperti Riffat Hasan dan beberapa feminis muslim lainnya. Menurut mereka, kata ‘nafs wahidah’ yang terdapat dalam ayat di atas kenapa harus merujuk pada diri Adam (laki-laki) dan kata ‘zaujaha’ dipahami sebagai Hawa sebagai istrinya. Padahal kata ‘nafs’ tidak merujuk pada laki-laki maupun perempuan, atau dapat dikatakan bahwa kata ini bersifat netral dan tidak memihak, bisa laki-laki dan bisa juga perempuan. Hal yang sama juga berlaku pada kata ‘zauj’ yang tidak secara otomatis berarti ‘istri’, karena juga bersifat netral yang berarti ‘pasangan’ bisa laki-laki maupun perempuan.  Lebih lanjut, menurut salah satu feminis lainnya, Amina Wadud, yang terpenting dalam memahami ayat ini bukanlah mengenai bagaimana proses penciptaan Hawa (perempuan), tetapi realitas yang diungkapkan Allah bahwa Hawa adalah pasangan bagi Adam. Menurut feminis muslim Amerika ini, pasangan berfungsi untuk saling melengkapi apa yang menjadi kekurangan pasangannya dan keduanya berada dalam posisi yang setara karena bagaimana mungkin dapat berperan sebagai pasangan jika salah satunya berada dalam posisi yang tidak setara.<br />
Sedangkan ayat lainnya yang dijadikan ‘penguat’ posisi subordinat perempuan dan superioritas perempuan adalah:<br />
الرجال قوامون على النساء بما فضل الله بعضهم على بعض وبما أنفقوا من أموالهم&#8230; (النساء: ۳٤)</p>
<p>Ayat ini terutama dipakai oleh laki-laki untuk menghalangi perempuan tampil sebagai pemimpin karena dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap aturan Allah. Padahal sesungguhnya ayat ini turun sebagai jawaban atas pertanyaan seputar kepemimpinan dalam rumah tangga dan hanya dikhususkan untuk masalah ini saja. Lebih lanjut, menurut Muhammad Abduh, ayat ini tidak dapat dijadikan alasan untuk tidak memperkenan perempuan menjadi pemimpin karena kepemimpinan bukanlah monopoli mutlak laki-laki. Pembaharu Islam di Mesir menyatakan dalam ayat di atas Allah hanya menyebutkan ‘bimā fadhdhalallah ba’dhahum ‘alā ba’dh’ yang berarti : ‘oleh karena Allah telah memberikan kelebihan di antara mereka di atas sebagian yang lain’ dan bukan dengan ungkapan ‘mā fadhdhalahum bihinna’ atau ‘bitafdhīlahum ‘alaihinna’ yang berarti: oleh karena Allah telah memberikan kelebihan kepada laki-laki. Di samping itu, ayat ini tidak mempelakukan perempuan layaknya yang dipahami oleh banyak kalangan muslim, tetapi disesuaikan konteks turunnya ayat ini di kala itu. Pada saat ayat ini turun, kondisi perempuan saat itu hanya terbatas pada aktivitas di dalam rumah dan laki-lakilah yang menafkahinya sehingga laki-laki berada dalam posisi yang kuat. Namun demikian, karena al-Qur’an tidak pernah menyatakan bahwa suatu struktur sosial itu normatif, maka ketika ia berubah dimana perempuan mampu berperan layaknya yang dilakukan laki-laki maka perempuan pun dapat berdiri sejajar dengan laki-laki.<br />
Sedangkan Hadits yang dipahami sebagai ‘penguat’ posisi subordinat perempuan dan dianggap sebagai hadits missogini di antaranya adalah dua hadits berikut ini:<br />
عن ابن عمر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يا معشر النساء تصدقن واكثرن الإستغفار فإني رأيتكن أكثر أهل النار فقالت امرأة منهن جزلة وما لنا يا رسول الله أكثر أهل النار قال تكثرن اللعن وتكفرن العشير وما رأيت من ناقصات عقل ودين أغلب لذي لب منكن قالت يا رسول الله وما نقصان العقل والدين قال أما نقصان العقل فشهادة امرأتين تعدل شهادة رجل فهذا نقصان العقل وتمكث الليالي ما تصلي وتفطر في رمضان فهذا نقصان الدين.</p>
<p>Sedangkan Hadits ‘missogini’ kedua adalah sebuah hadits yang berasal dari Abu Bakrah dan diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Tirmidzi. Adapun terjemahan dari hadits dimaksud adalah: “Diriwayatkan dari Abu Bakrah, ia berkata: Allah ‘Azza wa Jalla memeliharaku dengan sesuatu yang aku dengar dari Rasulullah SAW tatkala Kisra Persia terbunuh. Rasulullah SAW bertanya: siapa yang mereka angkat sebagai penggantinya? Para sahabat menjawab: putrinya. Lalu Rasulullah SAW bersabda: Tidak akan sukses suatu kaum bila mereka menyerahkan urusan mereka kepada perempuan. Setelah ‘Aisyah datang, ke Basrah, aku teringat ucapan Rasulullah SAW tersebut, maka Allah memeliharaku denga sabda Nabi itu”.<br />
Kedua hadits di atas, dan masih banyak hadits-hadits lainnya, dijadikan alat untuk menguatkan dominasi laki-laki atas perempuan karena bagi mereka hal ini memang sudah digariskan oleh Rasulullah. Titik terpenting ‘penguatan’ posisi subordinat perempuan pada hadits pertama terletak pada ‘nuqshān al-‘aql wa dīn’ yang berarti ‘lemah akal dan agama’, sedangkan pada hadits kedua terletak pada pemilihan perempuan sebagai pemimpin yang akan membawa pada kemunduran.<br />
Para penganut budaya patriarkhi meyakini bahwa kelemahan utama perempuan adalah terletak pada akal pikiran yang mereka miliki. Padahal serangkaian penelitian ilmiah mengungkapkan bahwa tidak perbedaan otak yang dimiliki oleh perempuan dan laki-laki. Hal ini berarti bahwa akal pikiran yang dimiliki perempuan sama dengan yang dimiliki oleh laki-laki. Lalu bagaimana Nabi mengungkapkan bahwa perempuan adalah sosok yang memiliki kekurangan akal? Jawabannya adalah kondisi objektif perempuan saat itu hanya terbatas pada lingkungan rumah dan tidak mendapatkan keleluasaan dalam beraktivitas serta mendapatkan pengetahuan dan wawasan layaknya yang didapatkan laki-laki. Akibatnya, pengetahuan dan akal pikiran yang dimiliki perempuan saat itu jauh dan sangat kurang jika dibandingkan laki-laki. Namun demikian, jika merujuk pendapat Engineer bahwa Islam tidak menyatakan struktur sosial itu normatif, maka jika kondisi perempuan telah berubah yang ditunjukkan dengan beragam pengetahuan dan keahlian yang dimilikinya maka secara otomatis apa yang disampaikan Rasulullah tersebut tidak berlaku lagi. Di samping itu, yang perlu juga dipahami bahwa banyaknya perempuan yang menjadi penghuni neraka sebagaimana yang ada dalam hadits pertama di atas dimungkinkan terjadi karena memang populasi perempuan lebih banyak jika dibandingkan dengan laki-laki. Artinya, sangat wajar jika penghuni neraka kelak didominasi oleh perempuan karena memang dari sisi kuantitatif jumlahnya memang lebih banyak dari pada laki-laki.<br />
Berkaitan dengan hadits kedua, banyak kalangan menilai bahwa hadits ini sangat bersifat politis. Berdasarkan penelaahan yang dilakukan dua feminis muslim, Fatima Mernissi dan Amina Wadud Muhsin, hadits ini muncul ketika terjadi perselisihan antara Ali bin Abi Thalib dengan ‘Aisyah bin Abi Bakar dan perawinya diketahui sebagai salah satu pendukung Ali dalam memegang kepemimpinan Islam yang sangat ditentang oleh salah satu istri Rasulullah ini. Dengan demikian, kedua feminis muslim ini meyakini bahwa kemunculan hadits ini dimaksudkan untuk menguatkan posisi Ali sebagai penguasa Islam saat itu dan sebaliknya, melemahkan posisi ‘Aisyah dan para pengikutnya yang menentang kepemimpinan sepupu dan menantu Rasulullah ini. Hadits ini juga dapat dipahami dari konteks situasi dan kondisi saat itu. Banyak kalangan menilai bahwa penggantian kepemimpinan Persia oleh putrinya saat itu memang tidak tepat, karena di samping masih muda, putri Kisra tersebut juga sangat minim pengalaman dan pengetahuan pengelolaan negara. Dengan demikian dapat dipahami kalau Rasulullah mengatakan bahwa kepemimpinan di Persia akan mengalami kemunduran karena kebetulan penggantinya sangat minim pengalaman dan pengetahuan. Titik lemahnya kepemimpinan dalam suatu negara bukan terletak pada jenis kelaminnya, tetapi sesungguhnya terletak pada kepiawaian dan pengetahuan yang dimilikinya dan kebetulan belaka pada saat itu yang terjadi di Persia adalah kepemimpinan perempuan.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Akibat Terhadap Budaya dan Sastra</strong><br />
Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa secara tegas Islam meletakkan perempuan berada dalam posisi yang setara dengan laki-laki. Terdapat banyak ayat dan hadist dapat dijadikan penguat dan pendukung hal ini. Namun demikian, ternyata apa yang ditegaskan Islam terjadi sebaliknya dalam masyarakat Islam, dimana perempuan menempati posisi yang rendah dibandingkan laki-laki. Kondisi ini dapat terjadi di samping faktor kesalahan pemahaman atas teks-teks keagamaan, juga karena pengaruh kondisi sosial-budaya pra-Islam yang mengiringi perjalanan sejarah perkembangan agama ini, khusus Yahudi dan Kristen. Beragam kisah-kisah Israiliyyat tidak jarang dijadikan rujukan oleh para penafsir al-Qur’an untuk menerangkan teks-teks keagamaan Islam, baik al-Qur’an maupun Hadits. Hal ini misalnya mengemuka dalam penafsiran awal kejadian manusia, dimana Hawa dikatakan diciptakan dari tulang rusuk Adam untuk menerangkan pengertian Surat an-Nisā’ ayat 1 sebagaimana di atas.<br />
Pemahaman atas teks-teks keagamaan ini kemudian berimplikasi pada produk budaya dan sastra yang dihasilkan oleh masyarakat Islam. Karena perempuan diyakini sebagai ‘the second sex’ sebagaimana yang dikemukakan oleh Simone de Beauvoir, maka dalam masyarakat Islam berkembang budaya yang menempatkan perempuan hanya berada dalam wilayah domestik, sedangkan laki-laki berperan aktif pada kawasan publik. Perempuan harus selalu berada dalam penguasaan dan bimbingan laki-laki, tidak diperkenankan untuk menjadi pemimpin dan lain sebagainya. Dewasa ini pun masih ada masyarakat Islam yang menganggap perempuan tidak layak menimba ilmu pengatahuan di berbagai lembaga pendidikan karena kelak juga akan kembali ke urusan domestik. Kondisi ini membuat mengemukanya ungkapan bahwa perempuan hanya untuk melakukan tiga hal, yaitu dapur untuk memasak, sumur untuk mencuci berbagai perlengkapan rumah tangga dan kasur untuk melayani kebutuhan seksual suaminya.<br />
Sementara itu, pemahaman teks-teks keagamaan mengenai juga berimplikasi terhadap sastra dan karya sastra yang dihasilkannya. Karena perempuan distereotipekan sebagai ‘the other’ sebagaimana menurut Simone de Beauvoir, maka gambaran-gambaran yang diperlihatkan dalam karya-karya sastra adalah kondisi-kondisi keterpurukannya. Karya-karya sastra seringkali menampilkan sosok-sosok perempuan yang sangat tergantung dengan uluran tangan laki-laki layaknya ‘cinderella complex’ sebagaimana yang diungkapkan para feminis, berperan sebagai pembantu rumah tangga, istri yang sangat ‘patuh’ terhadap apa pun yang diinginkan dan diperintahkan oleh suaminya, anak perempuan yang sejak kecil dididik menjadi pengurus rumah tangga dengan mengajari memasak, merawat bayi, menjahit dan merawat suaminya kelak. Hal ini misalnya dapat dijumpai dalam novel ‘sambal bawang dan terasi’ karya Darmanto Jatman yang menggambarkan perempuan (Isah) sebagai figur dapur, Pramoedya Ananta Toer dalam ‘yang hilang’ yang mengetengahkan gambaran perempuan yang tetap dalam nasib-nasib domestiknya dan lain sebagainya. Dari contoh-contoh di atas dapat dikatakan bahwa dalam sastra (baca: karya-karya sastra) hasil pemahaman teks-teks keagamaan, perempuan ‘hanya’ sebagai objek yang memiliki sifat-sifat ‘baik’ untuk kepentingan laki-laki dan minus bagi pencitraannya.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong></strong><em>Yogyakarta, ditengah &#8216;serbuan&#8217; Merapi 2010.</em></p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>Engineer, Asghar Ali. 1999. Islam dan Teologi Pembebasan. Alih Bahasa oleh Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.<br />
El-Saadawi, Nawal. 2001. Perempuan Dalam Budaya Patriarkhi. Aliha Bahasa oleh Zulhilmiyasri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.<br />
Ilyas, Yunahar. 2002. ‘Problem Kepemimpinan Perempuan Dalam al-Qur’an: Tinjauan Tafsir al-Qur’an’, dalam Jurnal Tarjih, Edisi Ketiga, Januari 2002.<br />
Mernissi, Fatima. dan Riffat Hassan. 1995. Setara di Hadapan Allah, Relasi Laki-laki dan Perempuan Dalam Tradisi Islam Pasca Patriarkhi. Alih Bahasa: Tim LSPPA. Yogyakarta: LSPPA-Yayasan Prakarsa.<br />
Muhsin, Amina Wadud. 1994. Wanita di Dalam al-Qur’an, Alih Bahasa oleh Yaziar Radianti. Bandung: Pustaka.<br />
Mernissi, Fatima. 1994. Wanita di Dalam Islam. Bandung: Pustaka.<br />
Umar, Nasaruddin. 2010. Argumen Kesetaraan Jender Perspektif al-Qur’an. Jakarta: Dian Rakyat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/roedijambi.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/roedijambi.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=roedijambi.wordpress.com&amp;blog=11662768&amp;post=286&amp;subd=roedijambi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://roedijambi.wordpress.com/2010/12/04/kesetaraan-laki-laki-perempuan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea7b45bc08f057aa1ae98c4d6dc48431?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fahru atau rudy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
