Metode Penelitian Sosial

Dalam melakukan suatu penelitian bersifat akademis perlu diawali dengan suatu pertanyaan :

Apa yang ingin diketahui atau diteliti?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut diperlukan suatu rumusan yang menunjukkan :

Subject Matter atau objek kajian

Yang diformulasikan dalam bentuk :

Permasalahan Penelitian

Kemudian terfokus menjadi :

Pertanyaan Penelitian

(research question)

Agar jawaban terhadap pertanyaan penelitian bersifat sistematis menurut ligika filsafat pengetahuan (epistimologi), diperlukan metodologi dan metode (cara kerja).

EPISTIMOLOGI

ü  Penekanan pada upaya mempelajari realitas atau subject matter dengan pertanyaan pokok yang diajukan adalah:

v  Bagaimana cara mempelajari realitas atau subject matter itu?

v  Bagaimana cara mengetahui realitas atau subject matter itu?

ü  Mencari dasar pijak pengetahuan (proses penyusunan pengetahuan)

HAKEKAT TEORI

A. Positivis : Teori adalah upaya untuk menjelaskan (erklaren).

ü  Sesuatu menurut penyebabnya

ü  Hukum-hukum alam dengan teori

Teori adalah diskripsi murni tentang fakta. Fakta adalah objek-objek yang dialami secara inderawi. Teori menjadi alat yang dapat diaplikasikan pada fakta.

Teori adalah pengalaman empiris mengenai alam yang diterangkan dengan model-model.

Teori adalah hasil konstruksi pengalaman untuk mengantisipasi peristiwa-peristiwa alamiah.

Teori adalah tiruan (mimesis) dari data empiris yang ditempatkan dalam suatu model.

Teori adalah deskripsi umum tentang fakta. Fakta harus bersifat netral dan dapat dipelajari secara objektif.

Teori harus memisahkan atau menyingkirkan unsure-unsur subjektif. Teori bersifat netral. Teori dan praksis terpisah.

Teori memuat informasi tentang kenyataan yang dapat dimanipulasi secara teknis. ® Bisa dibuat statistik.

Teori untuk mencapai status hukum bersifat umum (universal), maka perlu dibuktikan kebenarannya (verifikasi). Menurut Popper juga perlu dibuktikan kesalahannya (falsifikasi).

ü  Deduksi (hukum yang ada/teori yang ada) ® diuji kebenaran (verifikasi).

ü  Abduksi : yang kritis.

ü  Induksi (grounded research)

Unsur Teori Menurut Logika Positivis :

ü  Definisi konseptualisasi, ® review kritis konsep-konsep.

ü  Diskripsi, ® penemuan, penyelidikan, pembuktian dan perdebatan, proses seleksi dan informasi

ü  Penjelasan, ® proses menetapkan apa yang bersifat hakiki (akar) dari fenomena atau realitas sosial.

Penjelasan dapat dibantu pendekatan (model) yang dipakai.

Dimensi Teori :

ü  Unsur kognitif (penalaran)

ü  Unsur affektif melingkupi pengalaman-pengalaman yang mengandung argumen rasional.

ü  Unsur normatif mengandung asumsi mengenai bagaimana keadaan dunia yang sebenarnya.

B. Humanis (Idealis) : Teori adalah upaya untuk mengerti (verstehen)

ü  Makna dari produk-produk manusiawi

ü  Secara (penghayatan)

Teori merupakan wahana untuk membangkitkan kembali pengalaman-pengalaman secara reproduktif.

Teori mentransposisi pengalaman, yaitu memindahkan objektivasi-objektivasi mental kembali ke dalam pengalaman reproduktif.

Teori adalah hasil pengalaman, ekspresi dan pemahaman.

Mencari pemahaman motivasi-motivasi dan alasan-alasan manusiawi dengan memeriksa:

ü  Sikap-sikap

ü  Kepercayaan-kepercayaan

ü  Emosi-emosi

ü  Alasan-alasan

Untuk menyingkapkan makna tindakan manusia.

Memberikan pemahaman sosial yang mendalam (intens).

Memilah-milih masyarakat menjadi bagian-bagian proses pembentukan dan menunjukkan  hubungan-hubungan perasional mereka. Bukan hubungan antar variabel.

C. Teori Kritis : Teori adalah hasil refleksi diri dan proses pembentukan diri. Tidak berurusan dengan pemikiran rasional, evaluativ dan kritik.

Teori bukan generalisasi-generalisasi, tetapi perbedaan-perbedaan karena ada maksud tertentu dan kepentingan.

Teori adalah upaya untuk mengubah fakta dan mencari kontradiksi-kontradiksi di dalam kenyataan kinkrit. Menelanjangi kedok-kedok ideologis.

Teori memberikan sebuah pemahaman mengenai hakekat interaksi sosial (komunikasi).

Teori memahami bagaimana masyarakat beroperasi untuk membebaskan diri (emansipasi) dalam upaya transformasi.

Dalam positivis, fakta tetap dan dibiarkan (membenarkan fakta tanpa mempertanyakan), fakta dicurigai dan tidak dibiarkan.

Teori bersifat dialektis terbuka dan bersifat emansipatoris.

Teori bersifat fleksibel, artinya terbuka untuk diperbincangkan dengan berbagai macam argument, dalam segala situasi, dan berubah terus menerus sesuai dengan perkembangan sosial-politik sehingga teori berkembang dan berubah.

Teori merupakan suatu produk dari dan memenuhi maksud dan tindakan manusia. Alat untuk membebaskan manusia.

Teori tidak dapat dipisahkan dari praksis dan bersifat praktis (bukan teknis).

HAKEKAT PERBEDAAN TEORI

POSITIVIS IDEALIS KRITIS
ü  Teori menjelaskan (erklaren)

ü  Teori adalah hasil diskripsi umum fakta. Fakta dibiarkan apa adanya (benar adanya)

ü  Teori dikembangkan berdasarkan pengalaman empiris dan menggunakan model.

ü  Teori harus dipisahkan dengan praksis. Teori untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Untuk kepentingan teknis.

ü  Teori memberikan pengertian dan penghayatan (verstehen)

ü  Teori adalah hasil interpretasi terhadap hasil karya atau tindakan manusia

ü  Teori dikembangkan berdasarkan pengalaman, ekspresi dan pemahaman.

ü  Teori tidak terpisahkan dengan kepentingan praksis. Untuk kepentingan wahana membangkitkan pengalaman secara reproduktif.

ü  Teori adalah hasil refleksi diri, evaluatif dan kritis

ü  Teori adalah memahami dan mengubah realitas, mencari kontradiksi serta menyingkap kedok ideology (kepentingan).

ü  Teori dikembangkan berdasarkan situasi konkrit masyarakat dan berpijak di atasnya.

ü  Teori untuk kepentingan praksis. Untuk mendorong trasformasi masyarakat (emansipatoris)

HAKEKAT PERDEBATAN

Jenis Hakekat Realitas Object Materi Sifat Dasar Realitas Cara Memahami Realitas
Naturalisme Alam (Fisik) Segala sesuatu bersifat alami (hukum fisik) Proses, saling hubungan
Materialisme Materi Segala sesuatu bersumber dari materi Kategori, kesinambungan (tahapan), hubungan sebab akibat
Idealisme Roh, Jiwa, Nilai-nilai Segala sesuatu bersumber dari roh (jiwa) Menangkap makna (reflektif), tanda, simbol

OBJEK PENELITIAN

Menurut George Ritzer :

v  Objektif

  • Material
  • Fenomena sosial nyata dapat dilihat :

ü  Aktor

ü  Tindakan (aksi)

ü  Interaksi

ü  Struktur birokrasi

ü  Hukum (undang-undang)

  • Material-Non Material bisa subjektif dan non-subjektif

ü  Keluarga mempunyai eksistensi material tetapi mempunyai seperangkat subjektif karena ada saling pengertian yang kemudian memunculkan norma dan nilai-nilai.

ü  Pemerintah bersifat objektif karena diatur dengan seperangkat aturan (undang-undang), tetapi ada juga norma dan nilai-nilai.

v  Subjektif

  • Non-material
  • Fenomena sosial berupa ide, nilai-nilai tidak ada eksistensi material :

ü  Proses mental

ü  Konstruksi materialistik

ü  Norma

ü  Nilai-nilai

ü  Elemen kebudayaan

Menurut Emile Durkheim :

v  Material

  • Arsitektur
  • Undang-undang
  • Komponen morfologi dll
  • Perumahan, gedung dan lain sebagainya

v  Non-material

  • Moralitas
  • Kesadaran kolektif
  • Representasi kolektif
  • Situasi sosial

____________

Tulisan ini merupakan bahan mata kuliah Metode Penelitian Sosial yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A. pada Program Pascasarjana Sosiologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang diikuti penulis pada rentang waktu tahun 2004-2005.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: