Mendesak Dilakukan Revolusi Sistem

Oleh : Pahrudin HM, M.A.

Ada sebuah perbincangan yang melibatkan seorang ibu dan anaknya di suatu pagi. Perbincangan ini sering penulis dengar di sebuah stasiun radio swasta di Yogyakarta beberapa tahun yang lalu. Perbicangannya begini : Nak, hati-hati di jalan, kalau berkendara harus sangat hati-hati biar tidak kecelakaan, kata sang ibu menasehati anaknya yang di pagi itu hendak berangkat sekolah mengendarai motor. Anaknya pun menjawab dengan nada meyakinkan: Ya, bu… Saya kan sudah sangat mahir memakai motor, jadi mana mungkin kecelakaan. Kemudian ibunya pun menimpalinya: Ya, ibu tahu kamu sudah lama dan mahir memakai motor, tapi yang harus kamu tahu tidak semua orang yang berkendara di jalanan adalah orang-orang yang pandai dan mahir memakai motor. Seringkali kita sudah berhati-hati dan waspada, tetapi tetap saja mengalami kecelakaan karena ada orang lain yang juga sama-sama menggunakan sarana di jalanan yang tidak mahir menggunakan motor.

Inilah sekelumit perbincangan antara seorang ibu dengan anaknya yang beberapa tahun yang lalu sering diudarakan di sebuah stasiun radio swasta di Yogyakarta. Dalam hal ini, penulis tidak hendak mengupas bagaimana kesembrawutan yang ada di area publik kita, terutama jalanan yang memang sudah begitu mengkhawatirkan. Akan tetapi, di sini penulis hendak menyatakan bahwa dalam menjalani suatu pekerjaan yang melibatkan beragam komponen dan aneka ragam manusia tentu tidak dapat lepas dari beragam masalah pula. Tidak jarang terjadi masalah tersebut bukan berasal dari kealpaan atau kesalahan kita, tetapi dari orang lain yang mau tidak mau melibatkan kita di dalamnya.

Dalam konteks pengelolaan negara yang besar dan sesungguhnya kaya raya ini, apa yang digambarkan dalam paparan di atas seringkali terjadi. Orang sering bilang bahwa negeri ini telah sesungguhnya diambang kehancuran akibat korupsi dan beragam tindakan tercela yang telah mewabah di mana-mana, dari tingkat RT di kampung hingga lembaga tertinggi nun jauh di keramaian metropolitan. Apa yang diungkapkan ini dapat dibenarkan karena memang didukung oleh data dan fakta yang diungkapkan oleh banyak pihak. Akan tetapi, kita jangan lupa bahwa negeri ini sesungguhnya juga memiliki orang-orang yang baik dan memiliki komitmen serta integritas moral yang tinggi untuk membangun dan mensejahterakan rakyatnya. Dalam menjalankan kerja dan tanggung jawabnya orang-orang ini sebenarnya telah melakukannya sesuai dengan wewenang yang diembannya berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Meskipun demikian, realitas seringkali mengatakan bahwa orang-orang tidak jarang masuk ke dalam pusaran sistem yang tidak baik. Akibatnya, integritas moral dan komitmen kuatnya untuk memajukan negeri ini melalui bidang yang ia geluti tercemar atau terseret oleh perilaku buruk yang dilakukan oleh orang lain dalam lingkaran sistem yang tidak baik tersebut.

Berangkat dari hal ini, saya hendak mengatakan bahwa orang-orang yang mempunyai integritas moral dan komitmen yang kuat kepada kesejahteraan rakyat tidak cukup untuk membangun negeri ini. Di samping memiliki kriteria-kriteria dimaksud, negeri ini juga butuh adanya revolusi sistem yang membuat orang baik dapat menjalankan program-programnya dan mengganti komponen-komponen yang tidak baik sehingga cita-cita bersama menuju Indonesia yang adil dan makmur dapat dicapai. Kembali kepada cerita di atas, dengan revolusi sistem maka kelak yang mengendarakan kendaraan di jalanan adalah individu-individu yang taat aturan karena sistem yang menjalankannya berjalan pada relnya yang benar dan baik. Semoga.

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: